KLAUSAMEDIA.COM, BONTANG – Kompleksitas tantangan sosial yang mengintai tumbuh kembang anak dan remaja saat ini dinilai tidak bisa lagi ditangani sebatas lewat jalur formal sekolah. DPRD Kota Bontang mendesak pentingnya intervensi nilai-nilai spiritual dan pembentukan karakter secara masif guna membentengi masa depan generasi penerus.
Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saiful Rizal, menegaskan bahwa penanaman moralitas harus digarap secara holistik dengan mengolaborasikan peran keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, hingga tokoh agama di lingkungan masyarakat.
“Kita perlu memiliki sikap yang lebih komprehensif, yaitu menyelamatkan generasi-generasi yang nanti akan menggantikan kita menjadi generasi yang moralitasnya bagus dan spiritualnya bagus sesuai dengan agamanya masing-masing,” ujar Saiful Rizal.
Ia menyoroti derasnya arus transformasi global dan keterbukaan informasi yang membawa dampak ganda. Tanpa fondasi etik dan agama yang kokoh, para remaja sangat rentan terjerat dalam perilaku menyimpang. Oleh sebab itu, peran orang tua sebagai garda terdepan pembinaan di rumah menjadi kunci utama.
“Karena itu mari kita bersama-sama sebagai bagian dari masyarakat membentengi minimal anak-anak kita yang di rumah melalui pembinaan dan pendampingan. Harapannya, upaya kita ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menciptakan generasi yang berakhlak baik,” lanjutnya.
Saiful mengingatkan bahwa keberhasilan penanganan krisis moral tidak dapat dibebankan pada satu instansi saja. Menurutnya, diperlukan komitmen bersama serta pembagian peran yang terstruktur di lapangan.
“Yang saya maksud adalah kita harus berpikir dan bersikap secara komprehensif, di samping juga melakukan langkah-langkah teknis melalui pembagian peran dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi




