KLAUSAMEDIA.COM, Bontang – Pengembangan kawasan HOP 1 di Kelurahan Satimpo diarahkan tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas olahraga. DPRD Kota Bontang menilai kawasan tersebut juga memerlukan wadah penunjang kegiatan seni, budaya, serta ruang berkumpul bagi komunitas lokal.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyebutkan alokasi anggaran sebesar Rp17 miliar pada tahap pertama belum mampu mencakup seluruh kebutuhan penataan kawasan. Oleh karena itu, skema pembangunan bertahap berdasarkan skala prioritas sangat krusial.
“Anggaran Rp17 miliar ini memang belum menyelesaikan seluruh kawasan. Kami ingin melihat mana yang menjadi prioritas agar pengembangan HOP 1 dilakukan secara bertahap, tetapi tetap terencana,” ujar Andi Faizal.
Salah satu fasilitas yang disorot untuk direalisasikan adalah panggung kreasi. Andi Faizal meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang mengkaji opsi pengalihan porsi pekerjaan dari kegiatan yang dianggap belum mendesak.
“Kalau memang panggung kreasi lebih dibutuhkan, silakan dikaji apakah ada pekerjaan lain yang bisa dialihkan. Mekanisme dan aturannya tentu menjadi kewenangan PUPRK,” tegasnya.
Selain melengkapi fasilitas dasar, legislatif juga mewanti-wanti soal mutu fisik bangunan. Andi Faizal mengingatkan agar capaian proyek tidak sebatas mengejar persentase progres fisik, melainkan wajib presisi dengan gambar perencanaan awal.
“Kami ingin memastikan bukan hanya progresnya yang sesuai target, tetapi hasil akhirnya juga harus sesuai dengan perencanaan. Jangan sampai gambarnya bagus, tetapi hasil di lapangan justru berbeda,” tambahnya.
Merespons hal tersebut, Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan PUPRK Bontang, Robysai Manassa Malisa, menjelaskan bahwa pemeliharaan Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) telah masuk dalam paket pekerjaan tahun ini. Sementara usulan panggung kreasi baru akan diproyeksikan pada anggaran mendatang.
“Pemeliharaan RKM juga masuk dalam paket pekerjaan tahun ini. Sedangkan pembangunan panggung kreasi kami usulkan untuk anggaran tahun depan,” jelas Robysai.
Adapun pengerjaan yang tengah berjalan di kawasan HOP 1 saat ini meliputi pembangunan pagar, taman, lapangan voli, jalan keliling, area parkir, toilet, jogging track, pemasangan batu andesit, serta penyempurnaan Gedung RKM.
Proyek senilai Rp17 miliar yang digarap oleh PT Gariyan Alfath Saguna ini ditargetkan rampung pada Desember 2026. Hingga peninjauan lapangan yang dilakukan pada 10 Agustus 2026 lalu, capaian progres fisik proyek dilaporkan telah menyentuh angka 22 persen.(*)
Editor : Redaksi




