Dorong Kualitas Pendidikan, Komisi A DPRD Bontang Imbau Dunia Pendidikan Tak Anti-Kritik

KLAUSAMEDIA.COM, Bontang — Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Saiful Rizal, mendorong seluruh pemangku kepentingan di lingkungan pendidikan agar lebih terbuka terhadap kritik serta masukan dari masyarakat. Keterbukaan tersebut dinilai sebagai kunci utama dalam memajukan kualitas pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bontang.

Menurut Saiful, peningkatan mutu pendidikan bukan semata-mata tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab bersama yang melibatkan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pengelola sekolah, orang tua, hingga masyarakat luas.

“Ini adalah peran kita semua, termasuk tenaga pendidik dan kependidikan. Arahnya ke sana, karena bagian dari tujuan negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Saiful saat memberikan keterangan.

Saiful menegaskan, keluhan atau tanggapan dari siswa dan orang tua murid tidak sepatutnya langsung dipandang negatif. Setiap masukan sejatinya perlu dijadikan bahan evaluasi mendalam untuk membenahi berbagai kekurangan yang ada di lingkungan sekolah.

“Jangan menutup diri dari masukan yang baik. Kemajuan kita salah satunya diraih berkat masukan dari orang-orang di sekitar kita,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, apabila muncul komplain terkait kebijakan atau kondisi tertentu di sekolah, pihak pengelola hendaknya menyediakan ruang dialog. Menurutnya, menutup pintu aspirasi sejak awal justru berpotensi menghambat proses pembenahan internal.

“Jika ada anak atau orang tua merasa ada yang kurang tepat, jangan ditutup pintu masukannya dari awal. Sediakan ruang untuk mendengar,” jelas Saiful.

Kendati demikian, Saiful mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi dan kritik secara konstruktif dan santun. Ia menekankan pentingnya menjaga etika dalam bersuara agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.

“Tujuan tidak menghalalkan cara. Karena tujuannya baik, maka cara yang ditempuh juga harus baik,” tegasnya.

Di sisi lain, Saiful turut mengapresiasi peran pers dalam mengawal dunia pendidikan di Kota Bontang. Ia berharap insan media terus konsisten menyampaikan pemberitaan yang membangun sebagai sarana kontrol sosial sekaligus motivator bagi instansi terkait.

“Kita juga tidak boleh menutup diri dari masukan media lewat pemberitaannya. Awak media tentu menyampaikan aspirasi dengan kalimat yang memotivasi tanpa harus bersifat kasar,” tutupnya. (*)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply