KLAUSAMEDIA.COM, BONTANG — Aksi vandalisme yang menargetkan fasilitas umum di Kota Bontang memicu keprihatinan legislatif. Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyayangkan masih maraknya pengrusakan sarana publik dan mendesak masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap pembangunan di kotanya.
Andi Faiz menegaskan bahwa penyediaan fasilitas publik oleh pemerintah daerah membutuhkan komitment anggaran serta perencanaan yang tidak mudah di tengah berbagai keterbatasan. Oleh sebab itu, sarana yang telah berdiri semestinya dirawat bersama, bukan justru dikotori atau dirusak.
“Membangun di situasi yang serba terbatas ini bukan hal yang gampang, tetapi pemerintah tetap berupaya menghadirkan ruang publik yang layak. Sangat ironis kalau fasilitas yang dibiayai uang rakyat ini justru dirusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab,” ujar Andi Faiz saat ditemui di Gedung DPRD Bontang.
Ia mengamati bahwa keberadaan taman dan area terbuka publik di pelbagai sudut Kota Bontang kini menjadi pusat aktivitas warga dari berbagai kelompok usia hingga malam hari. Sayangnya, kenyamanan tersebut ternoda oleh aksi coret-moret sembarangan yang sempat terekam dan memicu kekecewaan netizen di media sosial.
Andi Faiz berharap insiden vandalisme yang sempat viral tersebut dapat menjadi sarana edukasi, khususnya bagi generasi muda dan remaja, agar lebih bijak serta bertanggung jawab saat memanfaatkan sarana kota.
“Ruang publik ini milik kita bersama, dinikmati dari anak-anak sampai orang tua. Mari kita jaga dan rawat fasilitas yang ada agar kebermanfaatannya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Adv)
Editor : Redaksi




