Bongkar Data Pertalite, DPRD Bontang sebut Masalah Utama Ada di Distribusi, Bukan Kuota

KLAUSAMEDIA.COM, BONTANG — Pemandangan antrean panjang kendaraan yang berburu Pertalite di berbagai SPBU Kota Bontang ternyata menyimpan fakta mengejutkan. Fenomena yang dikeluhkan warga belakangan ini dipastikan bukan memicu karena habisnya jatah kuota BBM bersubsidi dari pemerintah pusat, melainkan terganjal masalah distribusi.

DPRD Kota Bontang membongkar data yang menunjukkan bahwa kuota Pertalite untuk Kota Taman justru tidak pernah terserap 100 persen dalam tiga tahun terakhir.

Hal tersebut dibeberkan oleh Anggota Komisi B DPRD Bontang, Winardi, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas sektor yang mempertemukan Pemkot Bontang, Pertamina, pengelola SPBU, dan instansi terkait pada Senin (31/8/2026).

Winardi memaparkan, pada tahun 2023 lalu, alokasi Pertalite untuk Bontang menembus angka sekitar 25 ribu kiloliter. Namun, terdapat sekitar 1.300 kiloliter yang mengendap dan tidak terserap hingga akhir tahun. Tren sisa kuota mencapai ribuan kiloliter ini terus berulang sepanjang tahun 2024 dan 2025.

“Data ini membuktikan bahwa akar masalahnya bukan di kuota. Selama tiga tahun berturut-turut jatah kita selalu menyisakan ribuan kiloliter. Artinya, ada mata rantai distribusi di lapangan yang macet dan wajib segera dibenahi,” tegas Winardi.

Ia menambahkan, sisa kuota tersebut sama sekali bukan dipicu oleh keterbatasan kapasitas tangki penyimpanan (tangki pendam) di SPBU. Secara teknis, mayoritas SPBU di Bontang masih memiliki daya tampung yang sangat memadai untuk menerima kucuran pasokan BBM secara reguler.

Oleh sebab itu, Winardi mendesak seluruh pemangku kepentingan agar tidak sekadar berfokus pada wacana pengajuan tambahan kuota ke BPH Migas. Evaluasi total terhadap manajemen penataan dan pola pengiriman dari Pertamina ke SPBU dianggap jauh lebih mendesak.

“Sangat ironis jika setiap tahun ada sisa kuota yang terbuang, sementara di saat yang sama warga harus menyiksa diri mengantre berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite. Masalah distribusi inilah yang harus kita urai bersama agar pasokan benar-benar terserap optimal sampai ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply