Buat Batik dengan Daun, Gunakan Metode Ecoprint

KLAUSANEWS, Bontang – Setelah sempat menjuarai perlombaan batik tingkat kota di Kutai Kartanegara pada Desember 2021. Hari ini Rabu (21/09/2022) Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Gempita melalui kelompok perempuan matahari Kelurahan Api-api menggelar pelatihan pembuatan batik ecoprint guna meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Bontang.

Ketua Posyantek, Eva menyebutkan pelatihan ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam pembuatannya hanya membutuhkan biaya sedikit. Menggunakan bahan alam, seperti namanya yaitu eco diambil dari asal kata ekosistem yang berarti alam, dengan memanfaatkan dedaunan yang ada disekitar membuat batik ecoprint ramah lingkungan.

“Alhamdulillah kemarin juara II tingkat Kutai Kartanegara dan dalam kegiatan kami hari ini, kami bermaksud ingin memperkenalkan cara mudah kami dalam membuat batik menggunakan cara ecoprint ini, “ ujar Eva saat ditemui redaksi klausabontang.news Rabu (21/09/2022).

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan metode dan proses pembuatan yang terbilang sangat mudah, yaitu print atau mencetak. Dedaun yang tadinya sudah dipetik dari lingkungan sekitar dan sudah direbus langsung diletakkan diatas kain sesuai pola motif yang diinginkan.

“Contohnya daun jajar ataupun daun jati yang sudah direbus langsung diletakkan diatas kain ini, setelah daun jajar ini memenuhi kain, langsung ditutup kembali menggunakan kain diatasnya, setelahnya kain dilapisi dengan plastik bening dan kain tersebut ditekan menggunakan roll kayu sehingga bentuk daun serta warna daun menjiplak di atas kain, selanjutnya kain dilipat dan diikat kemudian kain tersebut dimasukkan dalam rebusan air, dimana sebelumnya air telah ditambahkan dengan pewarna, tawas, serta soda. Setelah kurang lebih 1 jam, ikatan yang ada di kain nantinya dilepas dan pola motif tadi akan tampak cantik, “ jelasnya.

Sekretaris Lurah Api-api, Fachrizal mengatakan masyarakat perlu mengenal batik ecoprint sesuai dengan tujuan Posyantek yaitu melayani masyarakat dalam teknologi tepat guna yang berada di Kelurahan Api-api.

“Proses pembuatannya juga gampang, jika masyarakat bisa membuka usaha lewat pelatihan ini nantinya akan mendampak baik bagi masyarakat, disamping mereka mendapatkan bekal terkait pembuatannya, mereka juga bisa meningkatkan perekonomian dalam keluarnya, “ ucap Fachrizal.

Santi (45) salah satu warga Kelurahan Api-api menyebutkan sudah pernah memanfaatkan metode ecoprint sebelumnya, namun kualitas warna yang dihasilkan belum mencapai tingkat sempurna.

“Ternyata air rebusannya ditambahkan bahan lagi, saya kira cukup air biasa saja, pantas saja kemarin saya buat warnanya tidak secerah itu, “ kata Santi.

Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply