KLAUSANEWS, Bontang – Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, Livia Fitriati, memaparkan berbagai langkah penanganan kesehatan yang dilakukan di wilayah pesisir Bontang Selatan, mencakup isu stunting, imunisasi, dan penyebaran nyamuk Wolbachia. Pemaparan tersebut disampaikan pada rapat koordinasi lintas sektor yang diadakan pada Selasa (1/10/2024) di Ruang Pertemuan Kecamatan Bontang Selatan.
“Alhamdulillah sudah dilakukan tindak lanjut dari masalah stunting, dari PIN polio. Kemudian masalah stunting ini sudah dilakukan penyuluhan di posyandu, penyuluh kader juga sudah kita laksanakan. Kami juga terus melakukan penyuluhan terkait Wolbachia,” jelas Livia.
Ia menyoroti capaian Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Berbas Pantai, di mana beberapa posyandu telah menunjukkan hasil positif meskipun ada yang masih jauh dari target.
“Menunjukkan hasilnya, di Berbas Pantai posyandu sudah kita buat capaiannya. PIN 1 itu warna hijau dan PIN 2 itu ada di warna biru, tahun ini. Sudah mencapai itu posyandu Mawar dan yang masih jauh dari target itu ada di posyandu Dunia Baru,” ungkapnya.
Livia juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan imunisasi, seperti ketidakhadiran anak-anak yang seharusnya menerima vaksin, serta beberapa kasus gizi buruk yang perlu penanganan.
“Adapun kendala yang dihadapi oleh kami polio, yang pertama adalah anak yang seharusnya vaksin tidak berada di tempat, lalu kami tindak lanjuti melakukan sweeping untuk mencari anak-anak yang belum mendapatkan vaksin polio,” tambahnya.
Menanggapi pemaparan tersebut, Camat Bontang Selatan, Kamsal, menekankan bahwa Kecamatan Bontang Selatan, terutama di wilayah pesisir, masih mencatat angka stunting yang tinggi.
“Kota Bontang ini, khususnya Kecamatan Bontang Selatan. Peningkatan atau di masyarakat bahwa stunting itu sangat tinggi, ada di wilayah-wilayah kita di pesisir,” ungkap Kamsal.(Adv)
Reporter: Ifah
Editor: Aisyah




