Pilar Asoka dan Buddha Tidur Bakal Dibangun di Kawasan Vihara Pertama di Bontang, Dikerjakan Seniman Bali

KLAUSANEWS, Bontang — Kota Bontang bersiap mencatat sejarah baru dalam pengembangan sektor pariwisata. Sebuah kawasan wisata agro-religi tengah dibangun di Bukit Kusnodo, Kelurahan Loktuan, yang diharapkan menjadi ikon kota sekaligus pusat ziarah dan rekreasi spiritual di Kalimantan Timur.

Kota Bontang kini resmi memiliki rumah ibadah Buddha pertama yang diberi nama Vihara Nanamsavara. Kehadiran vihara ini menjadi tonggak penting dalam sejarah toleransi dan keragaman umat beragama di kota industri tersebut.

Kawasan itu bernama, Komplek Bumi Nusantara Permai. Nantikan akan menampilkan dua mahakarya utama: Pilar Asoka setinggi 25 meter dan patung Buddha tidur sepanjang 12 meter. Keduanya dirancang untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ketua Yayasan Nanasamvara, Sonny Lesmana, menyebut proyek ini sebagai bentuk pengabdian untuk kota kelahirannya. “Tidak ada perhitungan bisnis dalam pembangunan ini. Ini persembahan saya untuk masyarakat Bontang. Kami ingin kawasan ini menjadi kebanggaan bersama,” katanya, Selasa (4/6).

Pilar Asoka yang tengah dibangun diyakini bakal menjadi salah satu tertinggi di dunia. Struktur bangunan terdiri dari beberapa bagian: pondasi 3 meter, pilar utama 17 meter, patung singa khas Asoka 2,5 meter, dan roda dharma setinggi 3 meter. Relief yang mengelilingi pilar akan mengisahkan perjalanan hidup Siddharta Gautama.

Sementara patung Buddha tidur menggambarkan detik-detik wafatnya Sang Buddha. Dibuat dari cor aluminium, patung ini dikelilingi relief lava stone yang digarap secara detail untuk memberi kesan hidup dan mendalam.

“Semua karya ini tidak hanya indah, tapi juga mengandung pesan sejarah dan spiritual yang dalam,” ujar I Nyoman Alim Mustapha, seniman asal Bali yang dipercaya merancang seluruh ornamen kawasan ini. Ia juga dikenal sebagai seniman yang telah menghasilkan berbagai karya di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Vietnam.

Nyoman mengungkapkan, semangatnya menerima proyek ini muncul karena kesamaan misi dengan pihak yayasan. “Kami ingin meninggalkan sesuatu yang abadi, yang bisa terus dibicarakan dan dikenang,” ungkapnya.

Proyek ini diharapkan selesai pada Oktober 2025 dan akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas lain, seperti pagoda, stupa, dan tempat meditasi terbuka. Seluruh area dirancang untuk mendukung kegiatan ibadah sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung umum.

Peresmian Vihara Nanasamvara sendiri telah digelar pada Februari lalu, disaksikan oleh para Bhikkhu dari Sangha Theravada Indonesia dan sejumlah tokoh Buddhis dari luar negeri. Turunnya hujan saat acara peresmian dianggap sebagai simbol berkah oleh umat yang hadir.

Warga setempat menyambut baik pembangunan kawasan ini. Mereka berharap proyek ini dapat meningkatkan kunjungan wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru. “Kalau banyak yang datang, tentu ekonomi warga sekitar juga bisa tumbuh,” ujar Arman, warga Loktuan.

Dengan konsep yang menggabungkan nilai spiritual, estetika, dan edukasi, kawasan wisata agro-religi Bontang digadang-gadang menjadi daya tarik baru Kalimantan Timur. Pemerintah daerah pun didorong untuk turut mendukung pengembangannya sebagai bagian dari promosi wisata daerah. (*)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply