KLAUSAMEDIA, Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim mengungkapkan bahwa jumlah sekolah rujukan Google di Kabupaten Kutai Timur masih terbatas. Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan bahwa baru 35 sekolah yang terpilih sebagai sekolah rujukan Google.
“Mayoritas sekolah rujukan Google ini berada di Kota Sangatta karena infrastruktur sudah memadai serta jaringan internet cukup kuat,” kata Mulyono .
Mulyono menjelaskan bahwa pemilihan sekolah rujukan Google di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan karena kebutuhan akan kapasitas internet yang besar.
“Sekolah rujukan Google ini membutuhkan kapasitas internet yang besar, sementara starlight kapasitasnya terbatas,” tambahnya.
Namun, Mulyono memastikan bahwa Disdikbud Kutim tidak meninggalkan daerah pedalaman.
“Kami sudah memperhatikan daerah pedalaman dengan pemasangan starling, tapi sekolah rujukan Google ini memang membutuhkan infrastruktur yang lebih baik,” katanya.
Disdikbud Kutim berharap dapat meningkatkan jumlah sekolah rujukan Google di Kabupaten Kutai Timur.
“Kami ingin semua sekolah di Kutim dapat menikmati fasilitas pendidikan yang baik, termasuk akses internet yang cepat,” kata Mulyono.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menetapkan target untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah salah satunya lewat program wifi gratis di sejumlah sekolah-sekolah.
Dengan bekerja sama Diskominfo, pemasangan Wifi gratis sudah dilakukan sejak 2024 kemarin.
Harapannya sekolah mampu memanfaatkan bantuan internet ini, untuk kemudahan pembelajaran dan administrasi sekolah. (ADV)





