KLAUSAMEDIA, BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang resmi memulai rangkaian pemilihan ikon generasi muda berbakat. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pelaksanaan kegiatan Penyematan Pin Finalis Duta GenRe (Generasi Berencana) Kota Bontang Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Penyuluh KB Kecamatan Bontang Utara, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi para finalis untuk mendedikasikan diri sebagai pelopor pergerakan remaja yang sehat, berencana, dan berkarakter di Kota Taman.
Sebanyak 12 finalis terbaik berhasil melaju hingga tahap ini setelah menyisihkan kompetitor lainnya melalui serangkaian proses seleksi yang sangat ketat. Mulai dari seleksi administrasi, ujian tertulis, hingga adu gagasan dalam tahapan Speak to Lead. Keberhasilan mereka mencerminkan kualitas, potensi, serta komitmen tinggi untuk berkontribusi nyata dalam isu kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga berkualitas.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas DP3AKB Kota Bontang Eddy Forestwanto, Sekretaris DP3AKB, serta Kepala Bidang Keluarga Berencana, Ketahanan, dan Kesejahteraan Keluarga (KBK3).
Dalam arahannya, Kepala Dinas DP3AKB Kota Bontang, Eddy Forestwanto menekankan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Dua isu kontemporer yang menjadi sorotan tajam dan memerlukan penanganan cepat adalah maraknya kasus perundungan (bullying) serta fenomena ekspresi gender di kalangan remaja. Oleh karena itu, keberadaan Duta GenRe dinilai menjadi strategi paling efektif karena mereka bergerak menggunakan pendekatan teman sebaya (peer group).
“Remaja saat ini menghadapi tantangan yang tidak mudah, termasuk persoalan bullying dan isu ekspresi gender yang memerlukan perhatian serta pendekatan tepat. Di sinilah pentingnya peran seluruh pihak untuk mendampingi mereka. Duta GenRe memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan karena pendekatan antar-sesama remaja jauh lebih efektif dalam menyentuh akar masalah,” ujar Eddy Forestwanto.
Lebih dari sekadar ajang unjuk bakat, DP3AKB menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang untuk melahirkan pemimpin masa depan. Aspirasi, inovasi, serta ide-ide segar yang dipaparkan oleh para finalis selama masa karantina akan ditampung secara serius.
Gagasan-gagasan tersebut nantinya bakal dijadikan bahan pertimbangan penting bagi Forum GenRe dan DP3AKB Bontang dalam merumuskan kebijakan daerah, serta menyusun langkah strategis penanganan berbagai isu krusial remaja di lapangan.
“Aspirasi serta gagasan yang disampaikan oleh para Duta GenRe diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Forum GenRe dan DP3AKB dalam merumuskan kebijakan dan langkah strategis dalam penanganan isu-isu remaja di Kota Bontang,” tambah Eddy.
Melalui momentum penyematan pin ini, DP3AKB berharap ke-12 finalis tidak hanya fokus pada gelar juara, melainkan mampu mengasah kapasitas kepemimpinan mereka. Seluruh finalis dituntut siap menjalankan tanggung jawab dengan penuh dedikasi, menciptakan program kerja yang berdampak sosial, serta menjadi role model atau teladan positif bagi seluruh generasi muda di Kota Bontang. (Adv)
Editor : Redaksi




