KLAUSANEWS – Kelompok Kerja (Pokja) II Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bontang menggandeng Dinas Koperasi Usaha kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menfasilitasi pelaksanaan kegiatan pelatihan kerajinan berbahan baku kain perca.
Puluhan peserta diajarkan mengolah kain perca atau kain sisa – sisa bahan jahitan menjadi kerajinan yang bernilai jual tinggi, sehingga menjadi bagian penting yang mampu menggerakkan geliat perekonomian masyarakat Kota Bontang.
Ketua panitia pelaksana kegiatan sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) II Kota Bontang, Ridwan mengatakan maksud dilaksanakan kegiatan ini adalah bentuk upaya mewujudkan naik kelasnya pengusaha mikro, khususnya di Bidang kerajinan menjadi pengusaha kecil. Disamping itu, Ia juga berharap dari pelatihan ini, peserta dapat memperoleh pemahaman bagaimana memanfaatkan bahan baku lokal yang belum tersentuh untuk dijadikan kerajinan dan meningkatkan kemampuan praktik peserta agar lebih kreatif, inovatif dan kompetitif dalam membuat kerajinan yang bernilai dan mempunyai ciri khas.
“ Biar pengusaha mikro bisa kela, dengan membuat kerajinan yang punya nilai jual yang tinggi dan mempunyai ciri khas buatan Bontang “ jelasnya saat menyampaikan laporan panitia Selasa pagi (14/06/2022).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Kota Bontang, Kamilan mengharapkan dengan adanya pelatihan ini mampu meningkatkan geliat perekonomian di Kota Bontang khususnya dibidang kerajinan, mengingat pasca Covid-19 ini begitu terbatas dalam segala aktivitas, namun demikian perlu diakui pandemi covid – 19 juga menumbuhkan semangat baru bagi para pengusaha agar terus berjuang untuk memasarkan produknya lebih giat lagi untuk mempromosikan dagangannya melalui media pemasaran online.
“ Harapannya bisa meningkatkan perekonomian khususnya di Kota Bontang dan untuk menumbuhkan semangat baru, mengingat sudah lama tidak adanya kegiatan yang bersifat melatihan skill individu, “ pungkasnya.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari 3 kelurahan. 10 peserta dari kelurahan Berebas Tengah, 10 Peserta Berbas Pantai dan 10 peserta Tanjung Laut Indah.
Nasriah (43), Ibu rumah tangga warga Kelurahan Tanjung Laut Indah mengungkapkan sangat senang dengan adanya pelatihan ini, disamping bisa menambah penghasilan, pelatihan ini juga memberikan ilmu yang sangat bermanfaat terkait pemanfaatan kain perca atau kain sisa disulap jadi beberapa kerajinan yang sangat berguna dan bermanfaat, seperti dompet kain perca, bross kain percah dan tas selempang kain percah.
“ Saya senang sekali dengan adanya pelatihan ini, banyak hal positif yang saya dapatkan, seperti ilmu baru terkait kain perca dibikin jadi tas yang nantinya punya nilai jual yang tinggi, selain itu saya juga bisa membuat usaha kecil-kecilan dirumah, saya kan sudah paham ilmunya, tinggal bagaimana saya mempraktikkan dan mengumpulkan modal untuk mengembangkan usaha,” kata Nasriah kepada redaksi klausabontang.news sembari membuat tas dari kain perca.
Reporter : Octa Fadilah
Editor : APL




