Disdikbud Kutim Gelar Lomba Gerak Jalan, Libatkan Siswa SLB

KLAUSANEWS, Sangatta – Luar biasa, keterbatasan bukan lah hal yang mampu mematahkan semangat peserta didik yang berasal dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Sangatta Utara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), para peserta didik mengikuti Lomba Gerak Jalan Merdeka Belajar (GJMB) hingga juara favorit.

Acara ini digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Minggu (28/08/2022).

Plt Kadis Pendidikan Kutim Irma Yuwinda mengatakan SLB termasuk kewenangan Provinsi, yang berada dibawah koordinasi Disdik Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi untuk seluruh perserta didik SLB yang ikut berpartisipasi dalam GJMB tersebut.

“Dengan antusiasnya mereka mengikuti lomba gerak jalan Merdeka Belajar dan respon masyarakat sangat luar biasa terhadap mereka. Kami salut kepada tim pembina, pembimbing SLB ini, tentunya ini sangat membuka pandangan masyarakat bahwa ada SLB yang berprestasi di Kutai Timur,” Kata Irma.

Atas pencapaian tersebut, Kepala Sekolah SLB Negeri Sangatta Utara, Haris Toha mengatakan bahwa keikutsertaan anak didiknya dalam lomba gerak jalan ini bukan mencari juara, tapi hanya ingin memperlihatkan kemasyarakatan bahwa anak-anak SLB juga mampu seperti teman-temannya yang normal.

“Prinsipnya kami datang bukan cari juara, tapi memperlihatkan kepada Pemerintah dan masyarakat bahwa kita bisa. Kami juga sudah buktikan di lomba-lomba tingkat nasional, kemaren kami juara I tingkat Provinsi di lomba melukis dan insyaallah dipersiapkan ke tingkat nasional,” ujarnya, Minggu (4/9/2022) sore di Halaman Kantor Bupati Kutim.

Dirinya menambahkan, di SLB banyak sekali kegiatan-kegiatan, diantaranya ada tata boga, tata busana, hidroponik dan melukis. “Murid kami berjumlah 120 siswa dari tiga tingkatan, yaitu SDLB, SMPLB, SMALB dan beberapa jenis kelainan seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa dan autis,” kata Haris.
Dirinya berharap selaku pembina Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)agar pemerintah lebih memperhatikan terutama dalam memberikan hak-hak anak, seperti syarat menjadi PNS buat ABK ini.

Memang sudah ada Undang-undangnya dan sudah terealisasi, akan tetapi bagi kami masih terlalu berat karena syarat untuk jadi PNS harus sarjana. Untuk ABK ini sangat berat, walaupun ada yang mampu,” tuturnya.

Terakhir dirinya berharap kepada perusahaan-perusahaan di Kutim agar bisa menampung anak-anak lulusan SLB untuk diterima bekerja, hal ini dimaksud agar orang tua murid semakin yakin kalau anaknya bisa seperti anak normal lainnya. (ADV/DISDIKBUDKALTIM)

Editor : APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply