KLAUSANEWS, Bontang – Sebanyak 61 Sekolah Dasar (SD) di Kota Bontang akan melaksanakan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Pada Senin 24/10/22 hingga Selasa 25/10/22 mendatang.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Saparudin mengatakan bahwa pelaksanaan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk 61 Sekolah Dasar (SD) tersebut akan dilaksanakan oleh siswa/siswi kelas 5 dengan total perwakilan 30 anak dan 5 lainnya sebagai cadangan.
“Total 61 sekolah di Kota Bontang yang melaksanakan ANBK, masing-masing sekolah perwakilan dari kelas 5 ada 35 anak dan 5 nya itu cadangan,”ucapnya saat dikonfirmasi redaksi klausabontang.news, Rabu (19/10/22).
Lalu, ia mengungkapkan dengan total siswa/siswi sebanyak 30 dan 5 lainnya adalah cadangan merupakan pilihan secara langsung dari Pusat.
“Siswanya Pusat yang menentukan. perwakilan dari kelas 5 setiap SD 35 dan 5 nya itu cadangan,”ujarnya.
Dikatakan pelaksanaan ANBK akan berjalan selama 2 hari Senin 24 Oktober – 25 Oktober dan siswa/siswi yang mengikuti pelaksanakan ANBK tersebut akan mengerjakan soal-soal yang sudah ditentukan yakni ada 4 item Literasi, Numerasi, Survey Lingkungan, dan Survey Karakter.
“Anak-anak yang mengikuti ANBK akan mengerjakan soal-soal yang sudah ditentukan dan berjalan selama dua hari mendatang,”katanya.
Lanjut, Saparudin menjelaskan Pelaksanaan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) wajib diikuti seluruh sekolah salah satunya tingkat SD dimana pelaksanaan ANBK tersebut dilaksanakan pada setiap tahun sekali dan merupakan salah satu program evaluasi yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, guna meningkatkan kualitas Pendidikan Nasional.
“Setiap tahun dilaksanakan ANBK dan semua sekolah wajib ikut untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Nasional,” jelasnya.
Tambahnya, Hasil ANBK tersebut nantinya akan menjadi raport Pendidikan yaitu raport sekolah.
“Nah, setiap sekolah nanti punya raport, nanti Nomerasi nya itu nilainya apa , kemudian literasi nya apa karakter nya apa dan toleransi nya ada disitu semua untuk penilaiannya. jadi, misalnya literasi nya kurangnya dimana itu lah nanti yang di intervensi oleh kegiatan yang nanti menaikkan yang tadi, misalnya dia warna nya merah maka bagaimana menjadi kuning. Itu kan nanti berkaitan dengan Anggaran Dana Bos nya nanti intervensi nya yang mana yang harus di intervensi,”terangnya.(ADV/DISDIKBUDKALTIM0
Reporter : Amel
Editor : APL




