KLAUSANEWS, Samarinda – Dinas dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) menyambut baik kedatangan rombongan Komisi II DPRD Paser, yang bertempat di Ruang Kersik Luay lantai 4 kantor Disdikbud Kaltim.
Dikatakan Ketua Komisi II DPRD Paser Ikwan Antasari mengatakan maksud kedatangannya yaitu ingin membahas tentang pendidikan di Paser khususnya guru inklusi.
“Kelompok guru inklusi di Paser ada 50 orang. Saat ini kami melihat perekrutan PPPK untuk guru inklusi tidak ada formasinya. Kami berharap guru inklusi yang mengajar anak-anak berkebutuhan khusus mendapat perlakuan sama dengan guru lainnya, yakni mendapat kesempatan menjadi guru PPPK, “ kata Ikwan.
Sementara itu, Kasi Kurikulum Pendidikan Khusus Sapi’i menerangkan setiap 1 rombongan belajar minimal 1 peserta didik berkebutuhan khusus yang belajar bersama-sama anak reguler. Anak berkebutuhan khusus di antaranya tunanetra, tunarungu, autis, hiperaktif dan lainnya.
Ia menjelaskan saat ini telah ada kurikulum terobosan baru yang digagas oleh Kadisdikbud Kaltim Muhammad Kurniawan yakni kurikulum dual track yang bekerjasama dengan Institute Teknologi Surabaya.
“Dalam kurikulum dual track, kegiatan pembelajaran didampingkan dengan keterampilan dan ekstrakurikuler. Semoga dengan kurikulum ini dapat melihat setiap keistimewaan yang dimiliki siswa termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, “ jelas Sapi’i.
Guru inklusi merupakan guru pendamping anak luar biasa di sekolah umum. Untuk menjadi guru inklusi tersebut harus lolos diklat guru inklusi. (ADV/DISDIKBUDKALTIM)
Editor: Redaksi




