KLAUSANEWS, Samarinda – Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim), Rusmulyadi, mengatakan terkait Pelaksanaan Pelatihan Kecakapan Hidup, pihaknya yakin bisa melakukan pelatihan kecakapan kepada 3.500 pemuda Kaltim di tahun 2024, karena hingga bulan Oktober 2024 ini, sudah 34.000 pemuda Kaltim telah dilatih sesuai talenta, hobi dan potensi di daerahnya masing.
“Dispora Kaltim pada 2024 menargetkan 3.500 pemuda dalam berbagai pelatihan, sedangkan hingga hari ini sebanyak 3.400 pemuda telah mengikuti pelatihan, jadi sedikit lagi tercapai target,” kata Rusmulyadi Selasa, (29/10/2024).
Melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan, Dispora Kaltim berharap mampu meningkatkan SDM pemuda Kaltim, agar para pemuda mampu menghadapi berbagai masalah di kemudian hari seperti masalah ekonomi misalnya, tentunya pemuda mampu karena pemuda memiliki talent dan keterampilan yang sudah sering diasah melalui pelatihan kecakapan hidup.
“Dispora Kaltim memperkuat komitmen dalam mengembangkan keterampilan pemuda di berbagai bidang, untuk meningkatkan kualitas SDM pemuda, karena pemuda merupakan generasi penerus bangsa,” terang Rusmulyadi.
Program pelatihan yang digelar Dispora Kaltim mencakup berbagai bidang keterampilan sesuai potensi yang dimiliki masing kandidat diantaranya desain grafis, kecantikan, barber shop, perbengkelan, servis elektronik, kerajinan kayu/rotan, pengolahan hasil alam, hingga pemasaran digital.
“Misalnya, ada pemuda yang belajar desain grafis atau digital mnarketing melalui pelatihan yang kami adakan. Kemudian ada juga yang belajar keterampilan cara mengolah hasil laut dan sungai menjadi produk makanan, seperti kerupuk, sosis, dan lainnya karena mereka berada di kawasan penghasil ikan,” kata Rusmulyadi.
Sambung, Rusmulyadi jelaskan bahwa pelatihan kecakapan hidup dilakukan untuk memaksimalkan peran generasi muda agar siap bersaing di dunia kerja, karena mereka sudah memiliki keterampilan yang relevan. Mereka juga mendapat pembinaan untuk memasuki dunia kerja melalui kewirausahaan, sehingga tidak perlu hanya menunggu lapangan kerja terbuka.
“Melalui kecakapan hidup yang dikuasai, para pemuda jika bisa berwirausaha, sehingga mereka bisa menghasilkan dan menjual produk dari hasil kemampuan yang telah mereka peroleh dari pelatihan pemasaran digital,” katanya. (Adv/Dispora Kaltim)
Editor: Redaksi




