KLAUSANEWS, KUKAR – Presiden Prabowo Subianto telah membuat program ketahanan pangan nasional, dan untuk mendukung akan hal itu Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Heri Rusyaman, melakukan peninjauan terhadap kolam pembibitan ikan milik Aiptu Misprianto.
Yang mana dirinya termasuk anggota dari Sat Intelkam Polres Kutai Kartanegara, kunjungan yang dilakukan pada hari Senin 4 November tahun 2024 yang berlokasi di Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Waka Polres Kutai Kartanegara, Kompol M Aldy Harjasatya dan juga para Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar serta Kapolsek Loa kulu.
Kedatangan rombongan tersebut pun disambut oleh Aiptu Misprianto dengan 25 anggota kelompok lain yang turut pembudidaya ikan Desa Ponoragan.
AKBP Heri Rusyaman, mengucapkan rasa terima kasih atas sambutan yang diterimanya, dalam hal ini dirinya juga menyebutkan jika Polri turut mendukung program ketahanan pangan.
Dengan berperan sebagai penggiat atau penggerak guna meningkatkan produksi pangan lokal, khususnya pada sektor perikanan.
“Kami berharap kelompok pembudidaya ikan Desa Ponoragan dapat terus meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat melalui usaha ini,” ujar Kapolres.
Selain itu, dirinya juga menekankan akan pentingnya sinergi dan kerja sama antara pengusaha perikanan dengan polri terlebih untuk menjaga stabilitas dan keamanan jelas pilkada 2024.
Dalam kunjungan ini pun juga ada sesi tanya jawab, salah satunya adalah terkait dengan pencemaran kualitas air akibat adanya aktivitas pertambangan batu bara.
Tak hanya itu, tapi juga warga merasa kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar untuk pompa air, masyarakat berharap agar polri mampu memberikan solusi serta memfasilitasi pengajuan bantuan listrik tenaga surya serta pompa air listrik kepada pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kukar akan berusaha dan berkoordinasi dengan dinas terkait serta mendorong Pemkab Kukar sehingga masalah ini dapat segera teratasi.
“Kami juga akan membantu memfasilitasi pengajuan proposal bantuan kepada perusahaan-perusahaan terdekat, agar masalah yang dihadapi kelompok pembibit ikan dapat segera teratasi,” kata AKBP Heri.
Penulis : Nikmaturrahmaniya




