KLAUSAMEDIA, Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim mengumumkan bahwa sekolah negeri jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Sangatta akan menambah pembelajaran UMI.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan bahwa ada sekitar 40 sekolah negeri SD dan SMP di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan yang akan menambah pembelajaran UMI.
“UMI merupakan pendidikan mengaji untuk peserta didik beragama Muslim,” kata Mulyono.
Mulyono menjelaskan bahwa pembelajaran UMI ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah negeri.
“Kami ingin peserta didik Muslim dapat memperoleh pendidikan agama yang baik dan benar,” tambahnya.
Selain itu, Mulyono juga mengatakan bahwa peserta didik non-Muslim juga akan mendapatkan pembelajaran yang sama, seperti kecintaan kepada Alkitab.
“Ada guru yang berkoordinir tentang non-Islam, sehingga peserta didik non-Muslim dapat memperoleh pendidikan agama yang sesuai dengan keyakinan mereka,” katanya.
Disdikbud Kutim berharap bahwa pembelajaran UMI ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim.
“Kami ingin semua sekolah di Kutim dapat menjadi sekolah yang berkualitas dan berprestasi,” kata Mulyono.
Mulyono juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembelajaran UMI dengan mengajarkan anak-anaknya di rumah. Sementara Disdikbud Kutim sudah membangun kerjasama dengan beberapa pihak untuk sukseskan pembelajaran baru ini di sekolah
“Kami sendiri sudah bekerja sama dengan UMI dan instasi keagamaan dalam rencana adanya pembelajaran UMI ,” tutupnya.
Adapun Pembelajaran UMI merujuk pada sistem pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi, yaitu metode membaca Al-Qur’an yang menggunakan pendekatan langsung (direct method) dengan mengutamakan kasih sayang dan pendekatan bahasa ibu.
Metode ini dirancang untuk membuat pembelajaran Al-Qur’an menjadi mudah dan menyenangkan, dan terdiri dari 7 tahapan, yaitu pembukaan, apersepsi, penanaman konsep, pemahaman konsep, latihan keterampilan, evaluasi, dan penutup. (ADV)





