
Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.
Cuaca yang ekstrim tidak hanya berpotensi banjir, namun juga mempengaruhi ketersediaan pangan di daerah.
“Cuaca yang tidak stabil dapat mengganggu aktivitas warga dan memengaruhi ketahanan pangan daerah,” kata Ardiansyah.
Karena itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan cuaca dan memperkuat langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko bencana.
“Saya juga meminta masyarakat, secara mandiri untuk selalu pantau informasi dari BMKG,” ujarnya.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca yang berubah-ubah, termasuk pengaruh El Nino, hingga empat hingga lima bulan ke depan.
“Di beberapa wilayah kita, seperti di Sumatera dan Jawa Barat, sudah merasakan dampaknya. Semoga saja Kalimantan Timur tidak,” harap Ardiansyah.
Ardiansyah mengaku terus memantau perkembangan kondisi cuaca di Kutim secara berkala, hampir setiap lima jam sekali.
“Hampir setiap lima jam sekali saya selalu memonitor BMKG untuk wilayah Kutim. Selama beberapa hari ini masih kondisinya hujan ringan dan sebagainya. Tapi yang perlu kita waspadai seperti itu,” pungkasnya.
Dengan demikian, Ardiansyah Sulaiman menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan dan keselamatan masyarakat Kutim di tengah cuaca yang tidak stabil. (ADV)




