KLAUSAMEDIA, Kutim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim merekrut tenaga Guru UMI untuk 40 sekolah SD dan SMP di Kota Sangatta.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengatakan bahwa UMI menyasar sekolah negeri di Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.
“Karena itu, di sekolah masih kekurangan guru UMI, kami persilahkan untuk merekrut guru dengan standar pendidikan agama,” kata Mulyono
Mulyono menjelaskan bahwa perekrutan guru UMI akan dilakukan dengan seleksi yang ketat dan diberikan pelatihan pendidikan.
“Setelah perekrutan, calon guru UMI diberikan latihan untuk meningkatkan kemampuan mengajar,” tambahnya.
Tidak hanya memberi ruang bagi calon guru, Disdikbud Kutim upaya ini membatu penyerapan tenaga kerja yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim.
“Kami ingin semua sekolah di Kutim dapat menjadi sekolah yang berkualitas dan berprestasi,” kata Mulyono.
Pembelajaran UMI sendiri bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah negeri.
“Kami ingin peserta didik Muslim dapat memperoleh pendidikan agama yang baik dan benar,” kata Mulyono.
Ditanya soal perekrutan guru UMI, Kepala Disdikbud mengatakan perekrutan dilakukan bini akan dilakukan secara transparan dan adil.
“Kami ingin semua calon guru UMI dapat memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung,” kata Mulyono.
Terkait pembiayaan, mulyono mengatakan program ini merupakan salah satu program Disdikbud Kutm, dengan demikian pembiayaan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim.
Para calon guru UMI kini tengah mengikuti pelatih tenaga pendidikan. Guru UMI akan diturunkan di Desember 2025.
“Kami ingin semua sekolah di Kutim dapat memiliki fasilitas yang sama, tapi kita sementara program ini di Sangatta dulu,” tutupnya. (ADV)





