KLAUSAMEDIA, Kutim – Proyek pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kutai Timur akan kembali dilanjutkan dalam dua tahun ke depan dengan anggaran Rp150 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Poniso Suryo Renggono, mengatakan bahwa proyek ini masuk dalam program multi years contract (MYC) dan menjadi prioritas utama pada pembangunan 2026-2027.
“Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan merupakan percepatan penyelesaian pembangunan untuk segera dimanfaatkan sebagai konektivitas laut,” ujar Poniso.
Pelabuhan Sangatta, yang menjadi prioritas utama, harus segera beroperasi karena peran vitalnya dalam rantai logistik.
“Pelabuhan Sangatta Kenyamukan harus segera beroperasi, sebab peran vital pelabuhan dalam rantai logistik,” tegas Poniso.
Pemkab Kutim menargetkan Pelabuhan Kenyamukan bisa beroperasi paling lambat 2027. Infrastruktur ini diyakini menjadi simpul distribusi barang, menopang perdagangan, serta menggerakkan industri di Kutim.
Selain itu keberhasilan Pelabuhan Kenyamukan dapat mendukung pengembangan kawasan industri, meningkatkan investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Pelabuhan Kenyamukan dikategorikan proyek besar yang sedang dalam tahap penyelesaian bertahap.
” Pelabuhan menjadi tulang punggung logistik dan pertumbuhan ekonomi baru bagi Kutai Timur setelah infrastruktur penunjang dan aksesnya selesai dibangun,” tutur Poniso. (ADV).





