APBD Menurun, Tahun Depan Insentif Guru Honorer Tidak Dinaikkan

KLAUSAMEDIA, Kutim – Bukan kabar menyenangkan atau menyedihkan, Guru honorer di Kutai Timur tidak menerima tunjangan lebih dari tahun ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim memastikan bahwa tunjangan honorer tenaga pendidik masih sama seperti di 2025.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyon, menegaskan bahwa besaran kehormatan yang diterima para guru honor masih akan mengikuti nilai yang berlaku pada tahun sebelumnya.

“Belum ada tambahan, kita samakan saja dengan tahun sebelumnya,” ujar Mulyono.

Keputusan ini diambil karena belum adanya kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait penyesuaian honorarium tenaga pendidik non-PNS.

Dilain sisi, Kabupaten Kutim mengalami penurunan Pendapatan, kondisi anggaran daerah juga belum menunjukkan perubahan signifikan berpengaruh pada gaji pegawai honorer pemerintah.

Guru honorer di Kutim saat ini menerima honor berkisar antara Rp1.275.000 hingga Rp2.700.000 per bulan, tergantung zonasi tugas masing-masing tenaga pendidik.

“Makin jauh, tunjangan makin besar, ” kata Mulyono.

Untuk wilayah yang tergolong zona 1 seperti Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, insentif ditetapkan sebesar Rp1,275 juta per bulan. Sementara untuk guru yang bertugas di daerah terjauh dan terpencil seperti Sandaran dan Karangan, yang masuk dalam zona 7, kini menerima insentif sebesar Rp2,7 juta per bulan.

“Kenaikan nilai insentif ini mulai diterapkan sejak tahun 2024 dan hingga saat ini pembiayaannya tetap kami bayarkan,” jelasnya.

Mulyono menyebut bahwa saat ini terdapat sekitar 3.700 tenaga pendidik honorer yang tersebar di sekolah negeri maupun swasta di berbagai tingkatan pendidikan di Kutim. (ADV)

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply