Perkuat Fondasi Satu Data Indonesia, Tiga Kelurahan di Bontang Resmi Jadi Lokus Program ‘Kelurahan Cantik’ 2026

KLAUSAMEDIA, Bontang – Pemerintah Kota Bontang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang resmi meluncurkan program pembinaan Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) tahun 2026, Rabu (29/4/2026). Langkah taktis ini diambil guna menggenjot standarisasi dan kualitas penyajian data publik yang dimulai langsung dari instansi pemerintahan tingkat terbawah

Sebagai langkah awal intervensi, otoritas terkait telah menetapkan tiga kelurahan di Kota Taman sebagai wilayah percontohan (lokus), yakni Kelurahan Kanaan, Kelurahan Belimbing, dan Kelurahan Satimpo.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa kesuksesan implementasi program Nasional Satu Data Indonesia (SDI) merupakan harga mati bagi arah kebijakan ke depan. Menurutnya, akurasi data sektoral di tingkat tapak akan menjadi penentu utama efektivitas program stimulan yang digulirkan oleh pemerintah daerah.

“Data adalah fondasi. Dengan data yang valid, perencanaan pembangunan hingga evaluasi program akan jauh lebih terukur dan tidak tumpang tindih. Penguatan sistem ini juga otomatis berdampak langsung pada penyerapan anggaran belanja daerah agar bisa lebih tepat sasaran,” tegas Agus Haris.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Bontang, Nur Wahid, membeberkan bahwa program Kelurahan Cantik ini didesain khusus untuk mengupgrade kapabilitas serta literasi statistik para aparatur kelurahan. Langkah pembinaan ini mengacu langsung pada amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Melalui bimbingan teknis yang terstruktur, para petugas di kelurahan diharapkan tidak lagi sekadar mengumpulkan data kasar, melainkan mampu mengolah dan memvalidasinya sesuai kaidah statistik nasional

“Melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan aparat kelurahan mampu menghasilkan data yang berkualitas, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis, baik di tingkat kota maupun untuk kebutuhan integrasi ke pemerintah pusat,” urai Nur Wahid.

Sebagai bentuk legalitas dan keseriusan kedua instansi, rangkaian acara ditutup dengan prosesi penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Bontang dan BPS Kota Bontang. Piagam kesepakatan tersebut menjadi simbol kolaborasi jangka panjang dalam memperkuat sistem manajemen dan tata kelola data di Kota Bontang. (Adv)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply