KLAUSAMEDIA, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menginstruksikan seluruh jajaran pejabat pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali gerakan Jumat Bersih. Langkah taktis ini menjadi bagian dari kampanye masif Pemkot Bontang dalam menggalakkan budaya hidup bersih dan menjaga kelestarian lingkungan. Dalam pertemuan strategis yang turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Agus Haris, unsur Forkopimda, Penjabat Sekda, jajaran Kepala OPD, hingga Camat dan Lurah se-Kota Bontang, Pemkot menyelaraskan langkah untuk memperkuat edukasi lingkungan dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT.
Dalam arahannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memberikan penekanan khusus mengenai esensi dari pengelolaan lingkungan. Ia menegaskan bahwa urusan kebersihan dan kenyamanan kota tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas kebersihan semata.
Kebersihan lingkungan, menurutnya, adalah tanggung jawab moral dan sosial yang harus dipikul bersama oleh seluruh elemen masyarakat Kota Bontang tanpa terkecuali.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita dukung gerakan kebersihan, termasuk program Jumat Bersih, serta membiasakan hidup bersih sejak dini kepada anak-anak, agar terhindar dari berbagai penyakit,” ujar Wali Kota Neni tegas.
Wali Kota juga mengimbau agar nilai-nilai kepedulian lingkungan ini mulai ditanamkan dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Dengan membiasakan anak-anak terlibat dalam aksi kebersihan sejak usia dini, budaya Jumat Bersih diproyeksikan akan menjadi karakter yang melekat pada generasi masa depan Bontang.
Pemerintah Kota Bontang mengakui bahwa dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, masih ada sejumlah pekerjaan rumah di sektor lingkungan yang harus diselesaikan. Oleh karena itu, sinergi dan partisipasi aktif warga dalam menggalakkan aksi bersih-bersih setiap pekan ini menjadi kunci krusial.
Melalui penguatan gerakan Jumat Bersih yang konsisten, Pemkot Bontang optimis visi mewujudkan kota yang bersih, sehat, nyaman, dan sejahtera dapat dicapai berkat gotong royong seluruh lapisan masyarakat. (Adv)
Editor : Redaksi




