DP3AKB Bontang Maksimalkan Peran Kader Bangga Kencana di Kelurahan, Siap Jaga Ketahanan Keluarga

KLAUSAMEDIA, BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang terus bergerak taktis dalam memperkuat fondasi ketahanan keluarga di wilayahnya. Langkah ini dioptimalkan melalui penguatan peran para kader Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang tersebar di 11 kelurahan se-Kota Bontang.

Momentum penguatan ini berjalan selaras dalam rangkaian kegiatan reses Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam yang digelar maraton di seluruh kelurahan, salah satunya di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Berbas Pantai pada Jumat (8/5/2026).

Kehadiran senator senior tersebut dimanfaatkan DP3AKB untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, sekaligus memompa semangat para kader tingkat RT sebagai garda terdepan pembangunan keluarga berkualitas.

Dalam arahannya, Andi Sofyan Hasdam membedah tiga isu krusial yang menjadi tantangan berat ketahanan keluarga saat ini, yaitu kependudukan, stunting, dan pengelolaan sampah. Terkait kependudukan, kader Bangga Kencana bentukan DP3AKB diminta lebih masif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengendalian angka kelahiran.

Sebab, lonjakan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya dapat memicu krisis pangan dan energi. Terlebih, situasi global saat ini diwarnai ketegangan internasional antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada ketersediaan kebutuhan pokok, ditambah adanya efisiensi anggaran akibat pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat.

“Kader Bangga Kencana di bawah naungan DP3AKB memiliki peran vital dalam situasi ini. Mereka adalah ujung tombak yang mengedukasi keluarga di Bontang agar mampu melakukan perencanaan keluarga dengan baik, sehingga ketahanan pangan dan ekonomi di tingkat domestik tetap terjaga meski di tengah dinamika global,” ujar Andi Sofyan Hasdam.

Cegah Stunting Lewat Kolaborasi “Tengok Tetangga”

Pada sektor kesehatan keluarga, DP3AKB memaksimalkan peran kader untuk memutus rantai stunting dari hulu. Para kader diinstruksikan untuk semakin aktif melakukan pendampingan melekat kepada para calon pengantin (catin) hingga ibu hamil di lingkungan RT masing-masing.

Langkah taktis DP3AKB ini berkolaborasi erat dengan program inovatif Pemerintah Kota Bontang melalui gerakan “Tengok Tetangga”. Sebuah gerakan moral yang mengedepankan kepedulian sosial antarwarga guna memastikan tidak ada tetangga di sekitarnya yang luput dari pemantauan gizi.

“Pencegahan stunting baru tidak bisa instan, harus dikawal sejak masa kehamilan. Kami sangat mengapresiasi keaktifan para kader DP3AKB di lapangan. Mari kita sinergikan gerakan ini dengan aksi ‘Tengok Tetangga’ yang dicanangkan Wali Kota Bontang agar kepedulian sosial kita menjadi benteng pertahanan anak-anak dari stunting,” tambah Ketua Komite I DPD RI tersebut.

Selain edukasi personal, DP3AKB juga mendorong para kader Bangga Kencana untuk menjadi motor penggerak kebersihan lingkungan melalui aksi “Jumat Bersih”. Lingkungan yang sehat dan bebas sampah dinilai berkorelasi langsung dalam menunjang keberhasilan pemulihan kesehatan keluarga dan pencegahan stunting.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi luar biasa para kader yang telah bekerja keras di 11 kelurahan, DP3AKB berencana menggelar Lomba Cerdas Cermat antar-kader Bangga Kencana se-Kota Bontang setelah seluruh rangkaian kunjungan reses ini rampung.

Kegiatan reses yang berlangsung dialogis ini turut dihadiri oleh jajaran pemerintah kelurahan, mulai dari Lurah, Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Kasi Pemerintahan, hingga Kasi Ekonomi dan Pembangunan. Sinergi kokoh antara DP3AKB, legislatif pusat, dan aparatur kelurahan ini menegaskan komitmen bersama demi mewujudkan keluarga Bontang yang tangguh, sehat, dan berkualitas. (Adv)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply