KLAUSAMEDIA, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang bergerak cepat memastikan situasi keamanan dan kondusivitas wilayah pesisir tetap terjaga dengan baik. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, pemerintah memastikan bahwa Bontang dalam kondisi aman dan tidak terdampak oleh ancaman tsunami akibat gempa bumi yang sempat mengguncang wilayah Sulawesi Utara.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, menjelaskan bahwa informasi potensi tsunami yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada awalnya memang sempat mencantumkan sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Timur.
“Informasi awal dari BMKG memang benar adanya. Dari prediksi pemodelan awal, Kaltim sempat menjadi salah satu daerah yang berpotensi terdampak, termasuk wilayah pesisir Nunukan, Tarakan, dan Kota Bontang,” ujar Ismail, Senin (8/6/2026)
Mengantisipasi kepanikan di tengah masyarakat, BPBD Kota Bontang langsung melakukan koordinasi terpadu secara intensif dengan BMKG dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Kalimantan Timur.
Berdasarkan pemantauan mutakhir dan pembaruan data riil pasca-jam perkiraan kejadian awal (sekitar pukul 08.27 WIB), potensi ancaman gelombang tsunami tersebut dipastikan sama sekali tidak berdampak pada wilayah perairan maupun pesisir Kota Bontang.
“Dari hasil koordinasi terbaru yang kami terima, kondisi di Bontang aman terkendali. Meskipun demikian, langkah mitigasi dan kewaspadaan internal tetap kami siagakan,” tuturnya memberikan ketenangan kepada warga.
Panduan Menghadapi Informasi Bencana bagi Warga
Verifikasi Sumber: Pastikan hanya mengacu pada rilis resmi BMKG, BNPB, dan BPBD Kota Bontang.
Abaikan Hoaks: Jangan menyebarkan ulang pesan berantai (broadcast) yang belum jelas validitasnya.
Tetap Produktif: Warga diimbau tetap tenang dan menjalankan aktivitas perekonomian maupun harian seperti biasa.
Respons Petugas: Selalu siaga dan responsif mengikuti petunjuk atau instruksi taktis dari petugas evakuasi di lapangan jika sewaktu-waktu diperlukan.
Pemerintah Kota Bontang turut mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi atau mempercayai informasi simpang siur dari sumber yang tidak bertanggung jawab. Edukasi literasi informasi ini dinilai penting agar ketenteraman kota tetap terawat dengan baik.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Jangan terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. Selalu pantau kanal informasi resmi pemerintah daerah dan ikuti petunjuk petugas apabila ada arahan lebih lanjut,” tegas Ismail.
Melalui kesiapsiagaan sistem Pusdalops BPBD yang bersiaga penuh, Pemkot Bontang berkomitmen untuk terus menyajikan data secara transparan dan berkesinambungan demi menjamin rasa aman seluruh warga. “Semoga seluruh warga Bontang tetap tenang dan dapat beraktivitas dengan baik,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis : Yulia |℅Editor : Redaksi




