Garap Potensi Olahraga Air, DPRD Minta Pemkot Bontang Kelola Aset Kolam Renang untuk Genjot PAD

KLAUSAMEDIA.COM, BONTANG — Upaya melepaskan ketergantungan pada pajak konvensional mendorong DPRD Kota Bontang mendesak pemerintah daerah untuk lebih jeli memanfaatkan aset umum. Salah satu sektor yang dinilai potensial untuk dikembangkan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru adalah penyediaan dan pengelolaan fasilitas olahraga air, khususnya kolam renang publik.

Gagasan tersebut disuarakan oleh Anggota DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, dalam rapat evaluasi dan optimalisasi PAD bersama instansi teknis. Ia menilai bahwa dinamika kebutuhan masyarakat terhadap sarana olahraga saat ini sangat tinggi, tetapi belum diimbangi dengan ketersediaan fasilitas daerah yang dikelola secara komersial dan profesional.

“Olahraga renang di Bontang memiliki basis peminat yang sangat luas, mulai dari pembinaan atlet, kegiatan klub, hingga kursus renang anak-anak. Jika Pemkot hadir menyediakan fasilitas representatif, ini tidak hanya melayani publik tetapi juga mendatangkan retribusi yang signifikan,” ujar Saeful Rizal.

Saeful menekankan bahwa paradigma pengelolaan barang milik daerah harus bertransformasi. Aset publik tidak boleh sekadar dipandang sebagai beban biaya pemeliharaan, melainkan harus dioptimalkan agar mampu memberikan imbal hasil (return) bagi kas daerah secara berkelanjutan.

Ia mencontohkan keberhasilan beberapa model kemitraan pengelolaan ruang publik dan parkir oleh pihak swasta yang terbukti mampu menghasilkan omzet tinggi. Konsep manajemen profesional berbasis layanan publik ini dinilai sangat memungkinkan untuk direplikasi pada unit usaha daerah lainnya.

“Prinsipnya sederhana, jika ada sektor yang pasarnya sudah terbentuk dan diminati warga, pemerintah harus berani mengambil peluang itu dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, Saeful mendorong Pemkot Bontang untuk segera melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap aset-aset dorman yang berpotensi dialihfungsikan menjadi pusat kegiatan ekonomi baru. Diversifikasi sumber penerimaan ini dipandang krusial untuk menopang pembiayaan pembangunan daerah di masa mendatang. (Adv)

Editor : Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply