KLAUSAMEDIA, Bontang — Komitmen pengawalan sektor pendidikan terus diperlihatkan jajaran Komisi A DPRD Kota Bontang. Langkah ini diwujudkan melalui inspeksi lapangan untuk memantau langsung realisasi penyaluran perlengkapan sekolah bagi para siswa, Senin (10/8/2026).
Dalam kunjungan kerja di SDN 002 Bontang Selatan tersebut, Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf, menegaskan pentingnya pemanfaatan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD maupun APBN agar benar-benar menyasar kebutuhan riil para murid.
“Fungsi pengawasan ini merupakan bagian dari tugas Komisi A. Dengan alokasi anggaran yang memadai, pemanfaatannya harus dipastikan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak kita,” ungkap Yusuf.
Fokus pemantauan kali ini tertuju pada program pengadaan seragam, sepatu, tas, hingga buku pelajaran yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang. Dari hasil peninjauan, pihak dewan memastikan sebagian besar bantuan sudah tersedia dan mulainya proses distribusi ke peserta didik.
Yusuf memberikan apresiasi atas kinerja Disdikbud Bontang yang dinilai menunjukkan efisiensi ritme kerja ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Penyaluran perlengkapan pada periode ini dinilai lebih responsif karena bertepatan dengan momen dimulainya kalender akademik baru.
“Setiap tahun ada progres positif dari Dinas Pendidikan. Realisasi pengadaan kali ini terbilang memuaskan sebab momennya berdekatan dengan jadwal awal masuk sekolah,” tambahnya.
Kendati memberikan sinyal positif, DPRD Bontang mewanti-wanti agar capaian ini konsisten dipertahankan. Disdikbud diminta terus meningkatkan akurasi data serta ketepatan waktu distribusi guna menghindari kendala klasik seperti keterlambatan pengiriman atau ketidaksesuaian ukuran perlengkapan di masa mendatang.(*)
Editor : Redaksi




