KLAUSANEWS – Jelang Lebaran Idul Adha para pedagang ayam merah petelur di Pasar Rawa Indah – Bontang, mulai diburu ibu-ibu.
Selain ayam kampung, ayam petelur juga menjadi primadona setiap Idul Adha tiba. Ayam jenis ini menjadi pilihan untuk pendamping ketupat yang disajikan dalam menu hidangan saat lebaran.
Dari Pantauan redaksi klausausabontang.new Sabtu (09/07/2022) di Pasar Rawa Indah penjual ayam merah petelur ini mulai diserbu masyarakat yang dominan pembelinya adalah ibu-ibu. Iqbal, Pedagang ayam petelur Pasar Rawa Indah mengatakan jika menjelang lebaran peminat ayam petelur meningkat drastis.
” Dari H-4, sudah mulai banyak yang beli, untuk ayam petelur ini dari tahun ke tahun peminatnya cukup tinggi,dibandingkan ayam yang lain, hari ini tinggal saya yang menjual ditempat lain sudah habis terjual,” katanya.
Ia juga memaparkan harga ayam petelur mengalami kenaikan yang sangat fantastis, berbeda dengan tahun lalu hanya Rp 70.000-80.000 per ekor, namun kini mencapai Rp 120.000 per ekornya.
“ Tahun lalu yang jual ayam petelur banyak, tetapi untuk tahun ini sangat sedikit bahkan untuk hari ini hanya ditempat saya yang masih menjual karena memang sengaja di stok lebih, “ ujarnya.
Selain itu, Iqbal juga menyebutkan tidak begitu banyak pedagang, juga membuat harga ayam petelur ini mahal dibandingkan tahun lalu.
“ Mungkin karena tahun lalu itu banyak yang menjual dan stok dari peternak ayam juga banyak, tetapi untuk tahun ini stok dari peternak hanya sedikit, tetap kita beli sejumlah yang ada di peternakan, karena peminatnya banyak. Ayam-ayam ini kami beli di Banjar, “ katanya.
Siti Rahmatika (60) pembeli ayam petelur mengungkapkan ia memilih membeli ayam petelur untuk disajikan saat lebaran, karena daging ayam petelur bisa dijadikan berbagai jenis olahan masakan dan terpenting saat memasaknya tidak memerlukan waktu yang lama.
“ Saya selalu beli ayam petelur daripada ayam kampung, karena daging ayam petelur lebih cepat matang, walaupun sekarang harganya mahal Rp 120.000 ribu per Ekor,” ungkapnya.
Reporter: Octa Fadillah
Editor : APL




