Deteksi Awal Penyakit Kronis, Remaja 15 Tahun Wajib Skrining Kesehatan

KLAUSANEWS, Bontang – Deteksi awal penyakit kronis, remaja dari usia 15 tahun wajib menjalani skrining kesehatan. Hal tersebut diterapkan Puskesmas Bontang Selatan 1.

Kepala Tata Usaha, yang juga ketua penyelenggara pelayanan skrining Puskesmas Bontang Selatan 1, Irma Damayanti, mengatakan pelayanan baru ini guna mengetahui potensi risiko penyakit kronis atau penyakit tidak menular (PTM) sedini mungkin, dimulai dari usia 15 tahun.

“ Deteksi dini dimulai usia 15 Tahun. Kegiatan skrining ini bisa menjadi upaya menemukan dini berbagai penyakit tidak menular (PTM), seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Jantung Koroner serta gangguan ginjal yang bisa berujung gagal ginjal bila terlambat ditemukan dan tak mendapatkan penanganan tepat, “ kata Irma saat ditemui redaksi klausabontang.news Rabu (10/08/2022).

Irma juga menjelaskan bahwa kebijakan skrining adalah bukan pertama kalinya yang ada di Puskesmas Bontang Selatan 1, ada perbedaan pelayanan dari sebelumnya, dari media kertas, kini beralih menggunakan teknologi yang menggunakan jejaring internet.

“ Sebelum kebijakan baru ini muncul, sebenarnya kami sudah sering melakukannya, namun lewat media kertas yang nantinya kami menanyakan ke pasien yang ingin berobat terkait pola hidupnya dan selanjutnya kami catat di buku khusus kami, namun semenjak kebijakan baru ini muncul, sangat terbantukan, karena kami lebih mudah mengetahui identitas pasien dalam satu form, nantinya setiap pasien mengklik link yang akan beritahu, dimana dalam skrining mencakup beberapa pertanyaan terkait faktor risiko penyakit tidak menular pada diri sendiri dan keluarga, berat badan, tinggi badan dan lingkar perut, untuk mengetahui indeks massa tubuh (IMT) dan ada tidaknya kecenderungan ke arah obesitas, gula darah, dan hipertensi, “ ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan jika dalam skrining nantinya ditemukan penyakit kronis, pihaknya akan melakukan pengelompokkan kasus, dimana pengelompokkan ini bertujuan untuk dilakukan tindakan selanjutnya, dari beberapa yang sudah dikelompokkan akan dipisah dan nantinya akan dilakukan skrining yang ke-2 oleh tim penyakit tidak menular (PTM) Puskesmas Bontang Selatan 1.

” Jadi bisa dideteksi dari awal, pemeriksaan dini untuk yang sehat minimal setahun sekali, dan jika dari skrining ini ditemukan yang beresiko terkena penyakit kronis, selanjutnya tim PTM kami akan melakukan pengelompokkan kasus, hipertensi disendirikan begitupun penyakit kronis yang lainnya. Biasanya kami mengadakan senam, semacam senam hipertensi, namun ada beberapa yang tidak memungkinkan untuk datang kesini, nantinya tim kami akan berkunjung ke rumahnya, seperti kasus Diabetes Melitus, yang nantinya dilakukan tindakan dirumahnya, seperti pembersihan luka pasien, ” tuturnya.

Selain skrining kesehatan, Irma juga menyarankan masyarakat melakukan pola hidup sehat agar tak terkena penyakit tidak menular termasuk penyakit ginjal, diabetes, hipertensi dan obesitas antara lain dengan melakukan diet dengan gizi seimbang untuk menurunkan risiko, melakukan aktivitas fisik dengan aman, menghindari merokok dan minuman beralkohol.

“ Melakukan pola hidup sehat dan bersih, melakukan aktivitas fisik yang aman, seperti olahraga kecil di sekitar tempat tinggal, “ ujarnya.

Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply