KLAUSAMEDIA, Kutim – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim mengambil langkah serius dalam mencegah stunting di Kutim. Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci untuk menekan angka stunting.
“Kami tidak ingin anak-anak Kutim mengalami gangguan tumbuh kembang yang berdampak jangka panjang. Oleh karena itu, kami melakukan pemeriksaan rutin balita, pengecekan kesehatan anak usia sekolah, hingga penyuluhan tentang gizi seimbang,” kata Sumarno.
Tim kesehatan juga memberikan edukasi mengenai jadwal imunisasi yang sering dilewatkan orang tua.
“Banyak orang tua yang tidak tahu bahwa imunisasi adalah kunci untuk mencegah stunting. Kami ingin meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya imunisasi,” tambah Sumarno.
Kegiatan ini bukan hanya pemeriksaan medis, tapi juga edukasi besar-besaran. Dokter memberikan penjelasan sederhana dan mudah dipahami tentang pola makan bergizi, pentingnya imunisasi lengkap, serta pola asuh yang mendukung pertumbuhan anak yang optimal.
“Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masalah pendidikan dan ekonomi. Kami ingin anak-anak Kutim tumbuh sehat dan optimal, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang cerdas dan produktif,” jelas Sumarno.
Dinkes Kutim akan memperluas program serupa ke seluruh kecamatan, terutama wilayah pedesaan yang sulit mengakses dokter spesialis.
“Kami ingin meningkatkan kesadaran orang tua bahwa pemeriksaan rutin adalah kunci. Tumbuh kembang anak tidak boleh menunggu,” katanya.
Program ini akan terus dilakukan secara rutin untuk memastikan anak-anak Kutim tumbuh sehat dan optimal.
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mencegah stunting di Kutim,” tegas Sumarno. (ADV)





