3 Alasan Belajar Daring Bulan April 2026 Batal, Ini Kata Menko PMK

KLAUSAMEDIA — Rencana siswa belajar daring di rumah kini dibatalkan pemerintah. Pada awalnya, pembelajaran daring untuk siswa ini sebagai bagian dari kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi.

Rencana ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi krisis energi yang berisiko diakibatkan oleh konflik Iran dan AS (Amerika Serikat)-Israel di Timur Tengah.

Pemerintah akhirnya membatalkan rencana kegiatan belajar mengajar bagi siswa sekolah secara online (daring) mulai April 2026.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Apa alasannya?

3 alasan belajar daring 2026 batal

1. Kualitas pendidikan jangan sampai menurun

Pratikno menyampaikan, pembatalan ini diputuskan setelah ada hasil koordinasi lintas kementerian.

Pada koordinasi tersebut, pembelajaran tatap muka harus tetap dijaga demi memastikan kualitas pendidikan tidak menurun.

“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss,” kata Pratikno, Selasa (24/3/2026), dikutip dari laman Tribun News.

“Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa,” sambungnya.

2. Bukan kebutuhan mendesak

Pratikno menyebut kebijakan pembelajaran daring bukan merupakan kebutuhan mendesak untuk saat ini.

“Memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengombinasikan luring dan daring.”

“Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,” sambung dia.

3. Pemerintah Fokus pada peningkatan kualitas pendidikan

Saat pemerintah saat ini tengah mendorong berbagai program peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari prioritas nasional.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum,” ujar Pratikno.

Sumber: kompas.com| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply