KLAUSAMEDIA, Bontang – Ratusan ikan ditemukan mati dan mengapung di perairan Bontang. Fenomena yang videonya beredar luas di masyarakat dalam beberapa hari terakhir itu sejauh ini dilaporkan terjadi di kawasan Loktuan dan sebagian perairan Tanjung Limau.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Syamsu Wardi, mengatakan kematian ikan tersebut tidak terjadi di seluruh wilayah perairan Bontang.
Ia menyebut, dampak sementara terpantau di dua kawasan tersebut. Namun, kondisi di Tanjung Limau juga tidak merata.
“Untuk sementara hanya di perairan Lok Tuan dan Tanjung Kimau. Selain itu tidak ada, bahkan di perairan Tanjung Limau tidak semuanya terkena dampak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11/2026).
Syamsu mengatakan, DKP3 dijadwalkan menyampaikan keterangan resmi terkait fenomena tersebut pada Minggu, 8 November 2026.
Penjelasan itu rencananya disampaikan pukul 09.00 WITA di Balai Sekaya Maritim. Melalui agenda tersebut, DKP3 diharapkan memaparkan perkembangan kondisi perairan sekaligus menjelaskan lebih lanjut fenomena kematian ikan yang menjadi perhatian masyarakat.
“Insyaallah besok jam 09.00 di Balai kami rilis,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kematian ratusan ikan tersebut belum diketahui secara resmi. DKP3 dijadwalkan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam rilis yang akan digelar Minggu pagi.(*)
Editor: Redaksi




