Batasi Solar Bersubsidi, Pembelian Harus Pakai Fuel Card, Satu Nopol Dijatah 120 Liter

KLAUSANEWS– Upaya pengawasan penyaluran solar bersubsidi tepat sasaran,
Pemerintahan Kota (Pemkot) Bontang bekerjasama dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) meluncurkan kartu kendali, fuel card. Jumat (10/06/2022).

Fuel card nantinya akan diberikan pada pemilik kendaraan dengan aturan satu nomor polisi (nopol) kendaraan dijatah, hanya boleh membeli solar maksimal 120 liter per hari per konsumen.

Hal lain, untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di SPBU Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang, Aji Erlynawati meyakini dengan diberlakukannya fuel card, dapat mengontrol jumlah pembelian solar sesuai yang sudah ditetapkan, selain untuk beli solar fuel card juga bisa dipakai belanja, jika saldo fuel card habis bisa diisi kembali dengan maksimal saldo Rp 20 juta.

“ Fuel card ini nantinya mengontrol pembelian jumlah solar, selain untuk beli solar,bisa dipake belanja juga,” uangkapnya.

Sales Manager III Kaltimtara PT Pertamina Patra Niaga, Robby Kurniansyah mengatakan jika konsumen membeli solar melebihi kapasitas yang sudah ditentukan maka sistem pembayaran digital akan menolak transaksi.

“ Batas maksimal pembelian solar sudah ditetapkan di setiap kota, untuk Bontang 120 liter per konsumen, jika konsumen membeli 120 ke atas transaksi akan gagal,” jelasnya.

Disamping itu, Robby menambahkan untuk SPBU yang berada di luar Bontang memiliki jatah berbeda, Samarinda misalnya, pengendara dibatasi 150 liter perhari.

Sehingga jika dalam sehari, kendaraan nomor polisi tertentu sudah membeli solar dengan kapasitas maksimal di Bontang Kota, yakni 120 liter, maka boleh membeli lagi di Kota lain, selisih dari volume solar yang jatah.

“ SPBU yang di jalan poros akan beri solar lebih banyak untuk stok, karena jauh dari pusat Kota, jadi misalnya ada truk yang sudah beli 120 liter, terus mau beli lagi di SPBU lain (luar Bontang) dengan jatah maksimal 150 liter, maka truk itu cuma bisa beli selisihnya atau 30 liter,” jelasnya saat ditemui redaksi klausabontang.news (10/06/2022).

Pemberlakuan fuel card mulai akan di uji coba mulai 20 Juni hingga 31 Juli 2022 mendatang.

Reporter : Octa Fadilah
Editor : APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply