KLAUSANEWS – Asma (49) seorang ibu rumah tangga (IRT) yang hampir tak pernah membayangkan jika dirinya bisa menjadi pengusaha sukses. Bagaimana tidak, kesehariannya hanya dihabiskan untuk mengurus rumah dan keluarga. Siapa sangka hobinya bercocok tanam di pekarangan rumah justru memberi penghasilan lebih bagi keluarganya.
Asma, senang menanam berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat untuk pengobatan, ia menyebutnya tanaman obat keluarga (Toga). Mulanya untuk digunakan pribadi, tapi semakin hari tanaman obatnya tumbuh subur, kemudian ia ber ide untuk membuat produk herbal dari toga tersebut.
“ Kenapa memilih tanaman obat, karena toga sangat berguna, paling tidak untuk keluarga sendiri, sebagai penanganan pertama kalau sakit ringan,” ungkapnya.
Berjalannya waktu, toga Ma’rifa yang berada di jalan RE Martadinata, Gang Mushalah Alyaqin, RT 11 Kelurahan Lok Tuan, Bontang Utara, mulai dikenal lingkungan sekitar. Produksi kecil – kecilan dilakukan, karena keterbatasan modal dan pengetahuan. Tapi keberuntungan berpihak pada ibu rumah tangga ini, bermukim di sekitar wilayah perusahaan, menjadi keuntungan lebih buat Asma. Usaha rumahan miliknya dilirik PT Pupuk Kaltim (PKT), sejak 2016 lalu.
Menjadi mitra binaan PKT, Makrifah terus bertransformasi dengan berbagai pengembangan usaha. Mulai dari belajar pengolahan tanaman herbal menjadi berbagai produk yang difasilitasi PKT, membuat kemasan produk lebih higienis dan menarik hingga mengantongi sertifikat layak jual dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“ Makrifah Herbal bisa sampai titik kejayaan berawal dari modal bibit, dan lahan tanaman yang didirikan PKT untuknya. Awal-awal pembinaan masih belum memiliki karyawan untuk membantu mengolah tanaman herbal, cuma dibantu oleh suaminya, sekarang ada 26 orang karyawan, mulai dari bagian produksi, kemasan, catering sampai pemasaran,” ceritanya.
Omset puluhan juta pun berhasil dikumpulkan dari jualan berbagai produk herbal dengan brand Makrifah Herbal. Mulai dari minyak urut, minyak kemiri,teh herbal, hingga lulur tradisional dan lain sebagainya.
“ Kalau dulu cuma minyak urut, sekarang produk kita macam – macam, Alhamdulillah berkat PKT,” ungkapnya, kepada redaksi klausabontang.news, Rabu (29/06/2022).

Kesuksesan dan prestasi, Asma mengantongi penghargaan dari berbagai instansi atau ajang perlombaan tingkat Kota, Provinsi hingga Nasional. Misalnya, pada 2020 lalu, menerima penghargaan Produktivitas Siddhakarya dari Gubernur Kalimantan Timur. Tidak berhenti sampai disitu pada tahun 2021 kembali memboyong penghargaan Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan yang diberikan langsung oleh Wakil Presiden RI.
Berkiprah semakin luas, pada tahun 2021, Makrifah Herbal menginisiasi terbentuknya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Borneo Skill Sinergy dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bontang Herbal Course, yang mencakup 14 program pengembangan di bidang tanaman obat dan pemberdayaan masyarakat.
Ditemu terpisah, Wali Kota Bontang Basri Rase mengapresiasi program Corporate Social Responsibility (CSR) bagi perusahaan yang ada di Bontang, khususnya PT Pupuk Kaltim. Menurutnya, program CSR ini sangat membantu masyarakat Kota Bontang dalam berbagai hal. Seperti pendidikan, ekonomi, lingkungan, pertanian, kesehatan, perikanan. Terutama pemanfaatan lingkungan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat agar lebih produktif.
“Bantuan CSR PKT ini sangat besar. Apalagi selalu membantu masyarakat dalam pemberdayaan di bidang ekonomi, jadi lebih mandiri,” imbuhnya.
Kedepan, Basri berharap program CSR dapat menjangkau lebih luas kelompok masyarakat di seluruh Bontang.
“ CSR bagus, apalagi yang berkaitan dengan pengelolaan tanaman untuk menjaga kelestarian lingkungan.Jadi harapannya semua dapat dijangkau, seperti ibu rumah tangga atau pensiunan supaya ada kegiatan yang positif dan menghasilkan,” tambahnya.
Reporter : Octa Fadilah
Editor : APL



