KLAUSANEWS, Samarinda – Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikbud Kaltim Jasniansyah, menyatakan interaksi dalam pembuatan karya tulis ilmiah bagi guru dan peningkatan kompetensi untuk kepala sekolah menjadi catatan penting.
Sebab, menurut dirinya, guru dan kepsek yang bermutu dan berkualitas dapat diukur ketika mampu menjadi motivator, fasilitator, pembimbing, pendidik, serta evaluator bagi anak didik.
Jasniansyah mengatakan, peningkatan kompetensi guru merupakan kebijakan yang strategis dalam membenahi persoalan mendasar pada proses pembelajaran di lingkungan kelas.
“Mata pelajaran geografi adalah salah satu cabang dari Sains yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala dipermukaan bumi baik itu secara fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup serta permasalahannya melalui pendekatan ruang ekologi dan regional,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya mencontohkan guru untuk mata pelajaran fisika. Guru harus dengan baik menerangkan kepada peserta didik, soal sifat dan fenomena alam serta interaksi di dalamnya. Termasuk materi, energi, dan perubahan zat.
Oleh karenanya, Disdikbud Kaltim akan memberikan pembekalan kepada 118 guru fisika dan geografi jenjang SMA. Agenda itu diselenggarakan pada 5-10 Oktober 2022 lalu.
Terbagi atas, 59 guru geografi dan sisanya merupakan guru fisika. Pelatihan itu dilanjutkan dengan kegiatan praktik lapangan. Pelatihan itu dipusatkan di Ibu Kota Kaltim alias Samarinda. Lebih tepatnya di Gedung Laboratorium Education Center.
“Tujuan pelatihan itu agar kita punya guru yang kompeten,” kata Jasniansyah.
Ia berharap, ke depan bekal yang telah dimiliki setiap peserta pelatihan dapat mendidik pelajar yang tangguh dan bisa bertarung dalam kompetisi skala nasional maupun internasional. (*)(ADV/DISDIKBUDKALTIM)
Editor : APL




