Harga BBM Naik dan Minim Penumpang, Sopir Angkot Bontang Bingung Pasang Tarif

KLAUSANEWS, Bontang- Buntut dari persoalan kenaikan harga BBM, membuat sopir angkutan umum di Bontang kebingungan untuk menerapkan tarif penumpang.

Supri (52) salah satu sopir angkutan umum Bontang mengatakan setelah kenaikan BBM jenis pertalite membuat dirinya tidak bersemangat untuk mengendarai angkotnya (angkutan kota) tersebut lantaran minimnya penumpang setelah tarif dinaikan.

“ Harga BBM naik jadinya saya terpaksa menaikkan ongkos penumpang dari sebelumnya Rp 8 ribu per Orang, sekarang menjadi Rp 10 ribu sampai 12 ribu per orang, itu pun banyak yang protes, jadinya bingung mau ngasih harga berapa ke penumpang, syukur kalau dapat penumpang, kadang-kadang saya tidak dapat penumpang sama sekali, “ kata Supri saat ditemui redaksi klausabontang.news Rabu (21/09/2022).

Ia mengatakan untuk sekali keberangkatan harus merogoh kocek lebih dalam lantaran harga BBM yang kian mahal.

“Pertalite naik Rp 10 ribu per liternya jika beli di pom dan biasanya saya untuk satu harinya mengeluarkan Rp 150 ribu, tetapi karena antreannya yang lama jadinya saya langsung beli Rp 200 ribu, itupun kalau dapat penumpang diatas 20 baru balik modal dari Rp 200 ribu itu, “ ujarnya.

Lebih lanjut, Supri menjelaskan sejak kenaikan BBM per 3 September 2022 lalu, dirinya memilih untuk istirahat dari profesinya sebagai sopir angkutan umum dalam kota dan memilih menjadi sopir tetap untuk pegawai perusahaan tambang Kota Bontang.

“Keuntungannya lumayan besar daripada saya berkeliling dalam kota tidak dapat penumpang, jika saya hanya mengantar dan menjemput orang tambang jelas hanya satu titik saja keberangkatannya, bahan bakarnya pun jadi irit, “ jelasnya.

Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply