Lama Terbengkalai, Dewan Minta Jembatan Eks Kebakaran di Bontang Kuala Segera Diperbaiki

KLAUSANEWS, Bontang – Hampir tiga tahun lamanya pasca peristiwa kebakaran yang menimpa sebagian rumah di perkampungan atas air Bontang Kuala, namun kondisi jembatan yang dilahap api sampai saat ini (tahun 2023) belum diperbaiki.

Komisi III DPRD Bontang saat turun lapangan melakukan peninjauan, Senin (05/05/2023) menyesalkan kondisi tersebut. Dewan meminta pemerintah Kota Bontang segera melakukan perbaikan.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina meminta agar penanganan perbaikan jembatan itu segera ditindaklanjuti.

“Bagaimana caranya, tahun ini segera ditindaklanjuti, ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus,”ucapnya saat melakukan peninjauan lapangan.

Dijelaskan, Amir Tosina bahwa kerusakan tersebut sudah terhitung sangat lama, dari peristiwa kebakaran pada tahun 2020 lalu hingga saat ini tahun 2023.

Kondisi jembatan yang jebol dan rapuh bekas terbakar, dikhawatirkan akan membahayakan pengendara. Bahkan bisa memakan korban, baik pengguna sepeda motor maupun pejalan kaki. Amir Tosina menyayangkan kondisi tersebut, pasalnya Bontang Kuala adalah destinasi wisata utama di Kota Bontang, wisata tertua yang menjadi sorotan para pengunjung dari luar daerah.

“Ini kejadian sudah dari tahun 2020 tidak ada tindakan, bagaimana ini harus segera diperbaiki,” jelasnya.

Amir Tosina mengharapkan agar Pemerintah Kota Bontang segera lakukan upaya agar jembatan tersebut bisa segera rapi sehingga lebih baik jika di lintasi.

“Bontang Kuala ini wisata tertua yang betul-betul harus jadi perhatian, maka dari itulah kunjungan kami ini bisa menjadi perhatian bersama,”tandasnya.

Menanggapi hal itu, Dian Nur Afianto, Perencanaan Ahli Muda Bapeltitbang mengungkapkan bahwa pihaknya telah merencanakan anggaran di anjungan Bontang Kuala pada tahun 2024 dengan senilai Rp 4,5 Miliar.

“Masih perencanaannya, penganggarannya di akhir tahun tergantung anggaran keuangan daerah nantinya seperti apa, senilai Rp 4 setengah miliar anggarannya,”ungkapnya.

Namun akan hal itu, Dian Nur Afianto membeberkan bahwa anggaran tersebut diperkirakan nantinya akan terbagi untuk di pulau Beras Basah dengan sebesar Rp 1 miliar.

“Perencanaan ini sudah dibahas melalui usulan anggaran di Musrenbang,”tutupnya.

Reporter: Amaliah
Editor: APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply