KLAUSANEWS, Samarinda – Setelah melewati serangkaian Babak Kualifikasi (BK) PON beberapa waktu lalu, dengan meraih 8 medali skuat atlet Taekwondo berhasil maju ke PON XXI/2024 ke Aceh-Sumatera Utara.
15 atlet Taekwondo berhasil lolos dalam BK PON dengan memberikan 3 medali perak dan 5 perunggu untuk Kaltim.
Meski tak ada emas yang didapat, Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim, Aidin S Hadi, mengaku cukup puas dengan hasil ini.
“Saya kira tak terlalu jauh. Persiapan kami cukup minim. Kemudian sebagian besar atlet ini masih masa peralihan dari junior ke senior,” sebut Aidin.
“Dari segi teknik cukup berimbang, anak-anak hanya kalah pengalaman saja,” tambahnya.
Setelah ini, sembari menunggu dimulainya TC Sentralisasi, Aidin menginstruksikan atlet-atletnya menjaga kondisi fisik.
Ia menginginkan, saat masuk ke pemusatan latihan, fisik atlet sudah berada di kisaran 70-80 persen.
“Karena kami mau saat Puslatda, tinggal mematangkan teknik dan strategi saja,” tegasnya menekankan.
TI Kaltim juga optimistis, dengan persiapan yang lebih matang, yakni rencana puslatda selama enam bulan, atlet-atlet mereka berpeluang mendapat medali. “Kami optimistis bisa emas di PON nanti. Target minimal 1 emas,” Aidin memungkasi.
Meski tanpa medali emas, apa yang ditampilkan taekwondo-taekwondoin muda Benua Etam ini selaras dengan harapan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim. Bahwa perhatian terhadap pembinaan atlet sejak dini, harus digalakkan.
“Bahwa untuk mencetak atlet berprestasi, dibutuhkan proses yang tidak singkat. Sebagaimana amanah UU tentang keolahragaan, untuk melahirkan atlet masa depan harus dilakukan sejak dini,” ucap Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, belum lama ini.(Adv/Disporakaltim)
Editor : Redaksi




