KLAUSANEWS, SAMARINDA – Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), Rasman menyampaikan bahwa Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) sudah harusnya dilimpah tugaskan ke pihak Dispora Kaltim. Bukan tanpa alasan, hal demikian disampaikan karena pihaknya telah mengevalusai terkait SKOI.
“Sebenarnya, kajian kami saat ini menunjukkan bahwa SKOI seharusnya sudah diambil alih oleh Dispora. Namun, regulasi yang ada saat ini tidak memungkinkan hal tersebut. Kami berencana untuk melakukan kajian ulang agar SKOI bisa kembali dipegang oleh Dinas Pemuda dan Olahraga,” ujar Rasman saat di konfirmasi, Rabu (30/10/2024).
Rasman menuturkan pihaknnya berencana akan menjadikan SKOI pusat olahraga yang hanya berfokus pada peningkatan serta pengembangan prestasi para atlet.
“Ke depan, SKOI akan masuk dalam kategori sentra olahraga. Ini akan memungkinkan Dispora mengambil alih pengelolaannya, tapi semua masih dalam kajian,” tutur Rasman.
Menurut Rasman, prestasi olahraga di Kaltim yang kian menurun disebabkan oleh pengelolaan SKOI yang dinilai kurang maksimal.
“Atlet-atlet yang ada di SKOI selama ini tidak berprestasi seperti yang diharapkan. Mungkin karena lebih banyak fokus pada pendidikan daripada prestasi olahraga. Padahal, idealnya, porsi pendidikan itu hanya 30%, sementara 70% harus untuk olahraga,” tegas Rasman.
Lebih jauh, Rasman menegaskan pentingnya melakukan program try-out bagi para atlet, karena upaya peningtakan prestasi olahraga sudah harus dilakukan dari dua sisi baik dalam maupun luar negeri.
“Try-out itu penting, baik di dalam maupun luar negeri. Saat ini, bahkan try-out ke luar daerah pun jarang dilakukan. Ini salah satu cara kami untuk meningkatkan kualitas olahraga di Kalimantan Timur,” jelasnya. (Adv/Dispora Kaltim)
Editor: Redaksi




