Kukar Perkuat Pertanian Ramah Lingkungan Lewat Pelatihan Penyuluh Pertanian

KLAUSANEWS, Samarinda – Upaya pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk mengembangkan pertanian yang berkelanjutan semakin nyata dengan diadakannya Pelatihan Pertanian Bahan Olah Ramah Lingkungan bagi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS). Acara ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, pada Senin (4/11) di Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Simbolisasi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada dua perwakilan PPS, yakni Rili dari BPP Loa Janan dan Hamzah Al Fauzi dari BPP Muara Jawa.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Muhammad Taufik, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara
Dinas Pertanian Kukar, BPPSDMP, dan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para PPS sehingga mereka siap mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah Kukar,” ungkap Taufik.

Pelatihan tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu dari 4 hingga 8 November untuk tahap pertama, dan 11 hingga 15 November untuk tahap kedua, dengan total peserta mencapai 109 PPS dari 20 kecamatan.

Dalam sambutannya, Sunggono menekankan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai garda terdepan dalam memajukan sektor pertanian di Kukar. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan sejahtera sangat ditentukan oleh kinerja para penyuluh.

“PPL memiliki peran strategis sebagai fasilitator, inisiator, motivator, dan agen perubahan,” jelas Sunggono.

Ia menambahkan, “Sebagai fasilitator, penyuluh bertugas memberi kemudahan dalam akses ke pasar, permodalan, serta mitra usaha bagi petani. Sebagai inisiator dan motivator, mereka diharapkan mampu mendorong petani untuk terus belajar dan berkembang.”

Selain itu, PPL juga berperan sebagai agen perubahan yang berupaya mengarahkan petani menuju praktik pertanian yang lebih maju dan inovatif melalui proyek percontohan seperti kebun demplot.

Komitmen pemerintah daerah untuk membangun sektor pertanian yang tangguh juga kembali ditegaskan oleh Sunggono. Menurutnya, pembangunan pertanian menjadi salah satu prioritas utama dalam program “KUKAR IDAMA”, yang mencakup hilirisasi produk pertanian dan pengembangan kawasan berbasis pertanian.

“Visi ini tertuang dalam program prioritas daerah yang mendukung hilirisasi produk dan pembangunan kawasan berbasis pertanian,” tegas Sunggono.

Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kaltim, Siti Farisyahana, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, serta sejumlah perwakilan dari OPD terkait. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam mengembangkan sektor pertanian di Kukar yang berbasis pada prinsip keberlanjutan.

Penulis : Mita Mellinda

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply