KLAUSANEWS, Kukar – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan pengelolaan arsip melalui penerapan teknologi. Salah satu langkah strategisnya adalah dengan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang ditujukan untuk perangkat kelurahan dan desa di wilayah Kecamatan Tenggarong.
Kegiatan ini dibuka dengan laporan dari Arsiparis Ahli Muda, Hj. Mahdanur Saftuti, yang kemudian dilanjutkan oleh sambutan Kepala Diarpus Kukar, Hj. Aji Lina Rodiah. Dalam sambutannya, Aji Lina menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan arsip.
“Dengan memanfaatkan teknologi seperti SRIKANDI, kita dapat mewujudkan sistem kearsipan yang lebih efisien, praktis, dan mudah diakses,” ujar Lina.
Pendalaman Fitur dan Manfaat SRIKANDI
Pelatihan yang berlangsung di Ruang Rapat Diarpus Kukar pada Kamis (7/11) ini menghadirkan Endang Sri Wahyuni dan Roni Fadillah sebagai narasumber utama. Keduanya memberikan pemaparan komprehensif mengenai berbagai fitur aplikasi SRIKANDI, mulai dari pengarsipan elektronik hingga pengelolaan dokumen secara terintegrasi. Peserta juga dibimbing secara langsung dalam mengoperasikan aplikasi tersebut.
SRIKANDI, yang merupakan platform arsip digital terintegrasi, dirancang untuk membantu pemerintah daerah mengelola dokumen dengan lebih baik. Melalui aplikasi ini, pengarsipan menjadi lebih sistematis dan memudahkan proses pencarian data.
“Kami berharap, setelah pelatihan ini, pengelolaan arsip di tingkat kelurahan dan desa dapat berjalan lebih efektif,” kata Endang.
Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Arsip
Program ini merupakan bagian dari komitmen Diarpus Kukar untuk mendorong modernisasi di bidang kearsipan. Dengan dukungan teknologi, diharapkan pengelolaan arsip tidak hanya sekadar penyimpanan dokumen, tetapi juga menjadi sistem informasi yang mendukung pengambilan keputusan.
Peserta pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Salah satu peserta menyebutkan bahwa SRIKANDI menjadi solusi atas permasalahan arsip yang selama ini sering terabaikan.
“Aplikasi ini sangat membantu, terutama dalam mempermudah akses dan pemeliharaan dokumen secara digital,” ungkapnya.
Dengan suksesnya Bimtek ini, Diarpus Kukar optimis dapat memperluas penerapan SRIKANDI di seluruh kecamatan di Kutai Kartanegara. Transformasi digital di bidang kearsipan kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghadapi tantangan zaman.
Penulis : Redaksi




