KLAUSANEWS, SAMARIMDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur Mengaku ada kendala di balik upaya memperpkenalkan olahraga tardisoal.
Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, ungkap keterbatasan fasilitas olahraga sehingga proses latihan sedikit terganggu.
Kendati demikian, Thomas mengatakan bahwa pihaknya tengah berusaha meningkatkan fasilitas yang dibutuhkan, termasuk di stadion yang selama ini menjadi tempat latihan utama bagi para pelatih. Sebab, stadion yang menjadi tempat latihan, sedang dalam proses renovasi yang dilakukan pemerintah daerah.
“Kita berupaya mencarikan solusi untuk para instruktur, agar memiliki tempat latihan yang tetap, setelah renovasi stadion selesai,” ungkapnya. [18/11/2024]
Lanjut, Thomas mengatakan, keterbatasan sarana prasarana olahraga di stadion tersebut membuat mereka sering tidak kebagian tempat untuk melakukan kegiatan latihan, sebab telah di gunakan untuk latihan cabang olahraga (cabor) lainnya.
“Keterbatasan fasilitas yang ada mengharuskan pengelolaan jadwal yang lebih efisien dan efektif untuk menghindari bentrokan kegiatan antar olahraga,” jelsnya.
Thomas menyarankan bahwa pengurus fasilitas stadion harus lebih teliti dalam manajemen jadwal agar tiap cabor yang ingin berlatih, bisa menggunakan fasilitas secara bergantian.
“Stadion ini digunakan bersama oleh cabang olahraga prestasi dan tradisional, jadi kami perlu mengatur jadwal dengan sangat hati-hati agar semuanya bisa berjalan dengan lancar dan efektif,” ungkapnya.
Lebih jauh, Thomas billang, meski banyak hambatan Dispora Kaltim akan terus mencari solusi. Seperti pada saat ini, program pengenalan olahraga tradisoal di sekolah-sekolah berjalan lancar dan masih terus digencarkan. (adv/Dispora Kaltim)
Editor : Redaksi




