KLAUSANEWS, SAMARINDA – Program-program yang di rancang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), tidak hanya berhendi pada kegiatan yang mencakup bidang olahraga saja. Namun namun termasuk memberikan pelayanan khusus untuk mengembangkan dan pemberdayaan potensi, bakat yang dimiliki pemuda.
Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma (AHK), menjelaskan, dalam memberikan perhatiankhusus bagi pemuda di Kaltim, kini Dipsora Kaltim tengah berupaya untuk membekali pemuda guna menghadapi tantang di zaman teknologi, melalui program pelatihan pengembangan potensi muda di bidang digital.
“Dispora itu kan membawahi pemuda dan olahraga. Kalau bicara digital, tentu saja kami punya program transformasi digital. Intinya, dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang tertinggal diperbarui agar lebih maju,” jelas Agus, (21/11/2024).
Dispora kaltim merancanng program transformasi digital yang mencakup pelatihan keterampilan digital, seperti penggunaan perangkat teknologi, pengembangan konten kreatif, dan literasi media sosial.
Terkait program ini, Agus menegaskan penting pemanfaatan media sosial yang bijak bukan sekedar untuk hiburan saja. Ia melanjutkan, sebaiknya di gunakan untuk menambah wawasan dan diguanakn untuk kegiatan-kegiatan kerja yang produktif.
“Kami mendidik anak-anak muda bagaimana menggunakan media sosial secara arif dan beretika, karena ini penting di era sekarang. Media sosial tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga bisa menjadi alat yang bermanfaat untuk pendidikan dan karier,” tambah Agus.
AHK berpendapat, inisiatif ini dengan tujuan utama guna membangunkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya pemanfaat teknologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ekonomi kreatif, komunikasi, dan pengembangan diri.
Dengan program, Ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda Kalimantan Timur yang tidak hanya unggul di bidang olahraga, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami ingin pemuda Kalimantan Timur tidak hanya kompetitif di lapangan, tetapi juga di dunia digital,” tutupnya. Dengan program pelatihan pengembang potensi pemuda ini, diharapkan mampu mengurangi dampak negatif dari penggunaan media sosial yang menyimpang, serta tidak bertanggung jawab.(Adv/Dispora Kaltim)
Editor: Redaksi




