KLAUSAMEDIA, Kutim – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah blankspot yang masih menghantui beberapa wilayah di Kutim. Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, mengungkapkan bahwa pengelolaan jaringan dan kuota internet yang belum optimal menjadi tantangan utama.
“Kadang jaringan lambat bukan karena sinyal, tapi karena kuotanya habis,” ujar Ronny.
Ia menjelaskan bahwa banyak titik jaringan pemerintah yang menggunakan sistem kuota, dan ketika kuota habis, koneksi langsung melambat atau terputus.
Untuk mengatasi masalah ini, Diskominfo Kutim melakukan evaluasi dan penataan ulang sistem kuota di berbagai titik jaringan. Mereka juga sedang mengevaluasi wilayah dan instansi mana yang menggunakan sistem kuota dan mana yang lebih cocok menggunakan sistem kecepatan.
“Kita sedang menata ulang agar pemanfaatan anggaran lebih efisien,” tambah Ronny, yang berharap bahwa pengelolaan yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan administrasi pemerintahan di Kutim.
Pemerintah daerah berencana mengatur anggaran lebih baik di tahun anggaran perubahan 2025 ini agar internet bisa digunakan lebih maksimal. Langkah ini diharapkan bisa mendukung pelayanan publik dan administrasi pemerintahan yang lebih efektif.
Dengan evaluasi sistem kuota internet, Diskominfo Kutim berharap dapat meningkatkan aksesibilitas dan kualitas internet di Kutim, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi informasi yang lebih baik.
Ronny juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan dan evaluasi penggunaan internet di Kutim, sehingga masalah blankspot dapat diatasi secara bersama-sama.
Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Kutim dapat menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera dengan dukungan teknologi informasi yang lebih baik.
Pemerintah daerah juga akan terus memantau dan mengevaluasi penggunaan internet di Kutim untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik.
Dalam jangka panjang, Diskominfo Kutim berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kutim melalui penggunaan teknologi informasi yang lebih efektif dan efisien.
Dengan demikian, Kutim dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan teknologi informasi yang lebih baik. (ADV)





