Mulai 2027, Bahasa Inggris jadi mata pelajaran wajib siswa SD

KLAUSAMEDIA — Pemerintah berencana mewajibkan pelajaran Bahasa Inggris bagi siswa mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing global pelajar Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan kebijakan tersebut saat menghadiri peresmian Program Revitalisasi Pendidikan di SMKN 1 Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (17/5).

“Mulai tahun 2027 Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD,” ujar Mu’ti.

Adapun kebijakan ini telah dikumandangkan sejak Oktober tahun lalu.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini tengah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung sebelum kebijakan diterapkan secara nasional.

Salah satu fokus utama pemerintah ialah peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan Bahasa Inggris untuk tenaga pengajar SD di seluruh Indonesia.

Menurut Mu’ti, pelatihan tersebut akan dilakukan secara bertahap.

“Sekarang sedang kami siapkan bagaimana program itu berjalan dengan baik melalui pelatihan guru SD untuk mata pelajaran Bahasa Inggris,” tuturnya seperti dikutip Antara.

Program pelatihan itu masuk dalam skema Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI).

PEMERINTAH INGIN TINGKATKAN DAYA SAING GLOBAL

Mu’ti menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 sejak usia dini.

Menurut dia, penguasaan Bahasa Inggris lebih awal diharapkan mempermudah generasi muda Indonesia masuk ke pasar global.

“Dengan penguasaan Bahasa Inggris yang lebih awal, diharapkan siswa Indonesia mampu bersaing di kancah global,” ujarnya.

Ia menilai, kemampuan Bahasa Inggris sejak dini penting agar siswa memiliki akses lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi internasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menyoroti masih rendahnya kemampuan Bahasa Inggris masyarakat Indonesia dibanding negara lain.

Berdasarkan pemeringkatan Education First English Proficiency Index (EF EPI) 2024, Indonesia berada di posisi 80 dari 116 negara dan peringkat 12 dari 23 negara di Asia.

Atip menilai, peningkatan kapasitas guru menjadi kunci agar pelajaran Bahasa Inggris tidak sekadar menjadi mata pelajaran formal di sekolah.

“Saya ingin tekanan agar bahasa Inggris ini jangan berhenti sebagai mata pelajaran yang diajarkan karena tidak akan menjadikan anak didik kita mahir berbahasa kalau hanya berhenti sebagai pelajaran, tapi harus betul-betul sebagai alat untuk berkomunikasi,” ucap Atip.

Ia juga mendorong guru mulai menggunakan Bahasa Inggris saat mengajar di kelas agar siswa terbiasa menggunakan bahasa tersebut dalam komunikasi sehari-hari.

Sumber: cna.id| Editor: Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply