Neni Soroti Tingginya Kekerasan Perempuan dan Anak di Bontang

KLAUSAMEDIA, Bontang – Tingginya kasus kekerasan fisik terhadap perempuan dan anak di Kota Bontang menjadi sorotan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Ia menilai penguatan peran kelurahan penting untuk mencegah kekerasan sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Neni saat menghadiri kegiatan advokasi dan penguatan kelembagaan Kelurahan Ramah Perempuan, Peduli dan Layak Anak di BPU Kecamatan Bontang Utara, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bontang itu difokuskan pada penguatan peran kelurahan dalam mencegah kasus kekerasan di lingkungan masyarakat.

Di hadapan peserta forum, Neni menegaskan pentingnya menghadirkan rasa aman bagi seluruh warga.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menciptakan kota yang inklusif dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat, bukan hanya perempuan dan anak,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ekonomi turut menjadi salah satu faktor pemicu kekerasan dalam rumah tangga. Karena itu, penguatan kelembagaan hingga tingkat kelurahan dinilai perlu untuk membantu menekan angka kekerasan di Bontang.

“Kalau persoalan ekonomi bisa ditekan, maka kasus kekerasan dalam rumah tangga juga diharapkan ikut berkurang,” katanya.

Neni juga mendorong keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat, hingga keluarga dalam membangun sistem perlindungan bagi perempuan dan anak. (Adv)

Redaksi

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply