KLAUSAMEDIA, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus bergerak masif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan serta anak. Sebagai langkah nyata penguatan di tingkat akar rumput, DP3AKB menggelar Seminar bertajuk “Membangun Lingkungan Peduli Perempuan dan Anak melalui Peran Ketua RT Perempuan” pada Kamis (11/6/2026), bertempat di Balai Pertemuan Kecamatan Bontang Utara.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh seluruh Ketua RT perempuan se-Kota Bontang. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting mengingat rukun tetangga (RT) merupakan garda terdepan pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga memiliki peran krusial dalam mendeteksi dini, mencegah, serta membangun kepedulian terhadap isu-isu kekerasan.
Sentuhan kepemimpinan perempuan di tingkat RT memiliki kepekaan sosial yang sangat tinggi. Hal ini menjadi modal besar dalam melakukan pendekatan persuasif di lingkungan warga.
Turut hadir sebagai narasumber inspiratif, Ketua UPTD PPA Kota Bontang, Sukmawati, yang memaparkan secara komprehensif gambaran kondisi terkini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bontang sebagai refleksi dan kewaspadaan bersama.
“Angka kasus yang tercatat seringkali hanyalah fenomena gunung es. Kunci utama untuk memutus mata rantai kekerasan ini adalah keberanian untuk bersuara dan melapor. Di sinilah peran krusial para Ketua RT perempuan menjadi jembatan yang aman bagi korban agar mereka tidak takut untuk mendapatkan hak perlindungan dan pemulihan dari negara,” ujar Sukmawati dalam paparannya.
Selain itu, seminar ini juga menghadirkan perspektif medis dan psikologis melalui pemaparan dari dr. Pakhruzzabadi, S.Pog., M.Kes., serta psikolog Laela Siddiqah, M.Psi. Kehadiran para ahli ini memberikan wawasan mendalam serta penguatan mental bagi para Ketua RT dalam menyikapi dan memberikan respons yang tepat jika menemukan indikasi permasalahan perempuan dan anak di wilayahnya.
Suasana seminar terasa semakin khidmat dan penuh komitmen ketika seluruh Ketua RT perempuan yang hadir berdiri bersama untuk membacakan Deklarasi Bersama. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen kolektif dan janji setia dalam mendukung terwujudnya Kota Bontang yang semakin ramah dan aman terhadap perempuan dan anak.
Menariknya, kegiatan ini juga disinkronisasikan sebagai bagian dari penguatan program unggulan Wali Kota Bontang, yaitu gerakan “Tengok Tetangga”. Program ini menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat saling peduli, saling menjaga, memperhatikan kondisi sosial di sekitar rumah, serta mempererat solidaritas antarwarga. (*)
Editor : Redaksi




