Forum Muslimah Bontang Gelar Diskusi Selamatkan Generasi dari Gerakan Pelangi

KLAUNEWS– Isu Lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) menjadi perbincangan hangat di masyarakat khususnya di kalangan remaja setelah sepasang gay dari Jerman menjadi bintang tamu pada podcast salah satu publik figur Indonesia. Banyak warganet yang merespon berita tersebut, di antaranya ada yang pro dan kontra.

Menanggapi hal ini Forum Muslimah Bontang (FMB) pada hari Sabtu (25/06/2022) mengadakan Diskusi Muslimah (Dismus) dengan tema “ Selamatkan Generasi dari Gerakan Pelangi “ bersama masyarakat muslim Kota Bontang guna memutuskan generasi pelangi selanjutnya.

Ketua Penyelenggara Kegiatan, Furi mengatakan acara ini terselenggara sebagai bentuk kekhawatiran dan bentuk kepedulian terkait isu yang beredar.

“ Acara ini sebagai bentuk kepedulian dan kekhawatiran dari FMB sendiri, terkait isu atau kasus yang sudah sering beredar baik di kehidupan sehari-hari ataupun di sosial media, yang sangat mudah diakses oleh siapapun, “ katanya.

Furi juga menyebutkan beberapa tujuan dilaksanakan kegiatan ini, ada tiga tujuan, yang pertama dan yang paling utama adalah memutuskan generasi pelangi khususnya di Kota Bontang, kedua mengedukasi ibu dalam mengantisipasi jika anak memiliki tingkah atau sikap yang aneh, dan yang ketiga adalah menyadarkan ke semua orang tua akan bahayanya gerakan pelangi ini.

“ Karena yang akan dihasilkan adalah generasi selanjutnya, maka dari itu forum diskusi ini kita buka sasarannya untuk orang tua, khususnya ibu, sebagai sosok yang paling dekat dengan anaknya, dari FMB sendiri ada tiga tujuan mengapa kita mengadakan kegiatan ini, yaitu memutuskan generasi pelangi, mengedukasi orang tua sebagai bentuk antisipasi, dan yang terakhir menyadarkan ke orang tua bahwa isu LGBT ini adalah isu atau kasus yang harus diperbincangkan sedini mungkin, sebab jika anak sudah terjerumus dalam lingkup LGBT akan sulit untuk keluar dari rana itu, karena adanya rasa candu ingin melakukan berulang, “ tambahnya.

Hal Senada, disampaikan oleh narasumber Diskusi Muslimah, Psikolog Bontang sekaligus pengurus Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) wilayah Kalimantan Timur bidang 6, Laela Shiddiqah, katanya LGBT tidak masuk dalam gangguan jiwa yang dialami seseorang. Kondisi yang mereka alami dianggap keunikan pada diri orang tersebut, namun keberadaan LGBT tidak bisa dikatakan hal yang biasa saja, karena banyak hal negatif yang akan terjadi semisal anak sudah terjerumus dalam lingkungan Lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) yang gerakannya disebut gerakan pelangi.

“ Kondisi yang mereka alami dianggap keunikan, bukan penyakit, sama seperti kepribadian introvert, introvert itu kepribadian sama seperti LGBT, “ ungkapnya.

Laila menambahkan bahwa LGBT ini bisa mendatangkan beberapa risiko bagi kesehatan, banyak studi yang sudah membuktikan bahwa penularan penyakit seperti HIV/AIDS lebih tinggi pada pasangan seks pria dengan pria. Selain itu, studi lain juga menunjukkan bahwa wanita transgender memiliki risiko terjangkit HIV jauh lebih tinggi daripada wanita biasa.

“ Walaupun LGBT ini bukan termasuk kategori penyakit, tetapi gerakan ini bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, bahkan resiko munculnya penyakit aneh lebih tinggi terjadi pada pasangan LGBT daripada pasangan pada umumnya, sebenarnya seseorang masih bisa terhindar dari risiko penyakit tersebut, asalkan menjalani kehidupan seksual yang sehat. Namun pada dasarnya pilihan ini kembali pada masing-masing individu, “ tambahnya.

Reporter : Octa Fadilah
Editor : APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply