Proses Pembangunan Turap Senilai Rp 16,7 M Berjalan Lambat

Proses Pembangunan Turap Senilai Rp 16,7 M Berjalan La

KLAUSANEWS, Bontang– Proyek Pembangunan dinding pembatas (turap) dari anggaran bantuan keuangan (Bankeu) Provinsi, senilai Rp 16,7 M di Jalan Brokoli RT 14 Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, terkesan lambat.

Pasalnya pembangunan yang telah di progres dari Agustus lalu sampai dengan Oktober saat ini baru mencapai 22 persen, padahal target penyelesaiannya Desember mendatang.

Hal ini diungkapkan saat ketua komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina dan didampingi dinas terkait, PUPRK saat menggelar kunjungan lapangan Selasa (4/10/2022) di Jalan Brokoli RT 14 Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara. Ia menyebutkan sidak ini untuk memastikan progres pengerjaan proyek turap yang dikomandoi oleh PT. Ika Adya Perkasa.

Ia berharap pembangunan turap tersebut segera rampung agar masyarakat yang tinggal didaerah tersebut tidak lagi terkena banjir.

“Padahal akhir Desember proyek ini harus rampung, kami harap ini bisa cepat selesai, supaya ini jadi salah satu penanggulangan banjir saat musim hujan dengan curah yang cukup tinggi. Dinas PUPRK, kami minta untuk terus melakukan pengawasan ketat kepada para pekerja dan kontraktor, agar Desember sudah selesai, “ kata Amir Tosina saat Sidak Selasa (4/10/2022).

Ia juga mengatakan untuk para pekerja agar kiranya jam kerja ditambah.

“70 pekerja, mungkin bisa ditambah lagi, atau dibikinkan jadwal shift untuk para pekerja, “ lanjutnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK), Usman mengatakan faktor cuaca dan ketersediaan material yang menjadi pemicu utama dari lambatnya terselesaikan proyek turap tersebut.

“Turap akan diperpanjang menjadi 12 meter, insha Allah selesai Desember, untuk saat ini di sisi kanan kiri sungai baru akan dipasangkan siring, terkait anggaran kurang lebih Rp 17 Miliar yang merupakan bantuan keuangan (Bankeu), “ kata Usman.

Konsultan PT Ika Adya Perkasa Bahrin menuturkan kendala yang paling utama dari terlambatnya pembangunan proyek turap ini ialah faktor cuaca.

“Untuk stok material aman, pekerja untuk saat ini ada 70 orang saya rasa itu sudah banyak, tetapi karena cuaca yang tidak menentu yang membuat kami kadang menunda proses pengerjaan, “ ujar Bahrin.

Reporter : Octa Fadillah
Editor : APL

Ikuti Fans Page Kami

Leave a Reply