KLAUSANEWS, Bontang– Realisasi PMA berdasarkan sektor usaha, subsektor Pertambangan mendapatkan tambahan investasi terbesar yaitu US$ 142,79 Juta (Rp 2,08 Triliun) atau sebesar 46,46% dari keseluruhan realisasi PMA Triwulan III tahun 2022.
Pejabat Fungsional Ahli Madya Analisis Kebijakan, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Karel mengatakan dari rilis DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kontribusi cukup besar investasi yakni sektor usaha bidang Industri Mineral Non Logam, yaitu sebesar US$ 42,55 Juta (Rp 621,26 Miliar) atau 13,85%.
“Serta subsektor Kehutanan sebesar US$ 21,04 Juta (Rp 307,23 Miliar) atau 6,85 persen, dengan jumlah keseluruhan sekitar 18 subsektor usaha, “ katanya.
Adapun sisi penyerapan tenaga kerja, terdistribusi pada subsektor Pertambangan yang menyerap tenaga kerja Indonesia paling banyak yaitu 1.179 orang atau 38,42% dari total jumlah tenaga kerja Indonesia yang terserap melalui tambahan investasi PMA.
Sektor lain yang juga menyerap tenaga kerja indonesia adalah subsektor Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan dengan serapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.039 orang atau mencapai 33,85% dari total jumlah tenaga kerja indonesia yang terserap, tidak hanya itu subsector Industri Minerak Non Logam menyerap tenaga kerja Indonesia sekitar 233 orang atau 7, 59 persen dengan total tenaga kerja Indonesia terserap.
Editor: Redaksi




